Jumat, 19 Feb 2021 18:17 WIB

FK Unpad Butuh 4.000 Relawan Uji Klinis Vaksin Rekombinan COVID-19 Anhui

Siti Fatimah - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: iStock)
Bandung -

Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) direncanakan akan melakukan uji klinis fase III vaksin rekombinan COVID-19 yang dikembangkan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical pada Maret 2021.

Peneliti Utama Uji Klinis vaksin rekombinan COVID-19 Anhui dr Rodman Tarigan mengatakan, jumlah relawan yang dibutuhkan dalam uji klinis tersebut sekitar 4.000 orang dari non-medis dan akan dilakukan di dua kota yaitu di Bandung dan Jakarta.

"Kami dari tim uji klinis vaksin COVID-19 FK Unpad kembali mengajak kepada teman-teman untuk berkesempatan menjadi relawan uji klinis. Relawan yang dibutuhkan empat ribu orang, dua ribu di Jakarta dan dua ribu di Bandung Raya," kata Rodman saat dihubungi detikcom, Jumat (19/2/2021).

Relawan uji klinis ini ditargetkan berusia 18 tahun ke atas serta tanpa batasan maksimal usia. "Artinya di atas 60 tahun boleh ikut menjadi relawan," ujar Rodman.

Nantinya, relawan akan dipastikan bukan penerima atau relawan uji klinis vaksin Sinovac. Selain itu, tim juga akan memastikan bahwa relawan tidak positif COVID-19.

Sama seperti saat uji klinis fase III vaksin Sinovac yang dilakukan pada Agustus 2020 lalu, pada prosesnya relawan akan mendapatkan vaksin atau plasebo (vaksin kosong). Bagi relawan penerima plasebo akan mendapatkan vaksin setelah proses uji klini selesai.

Saat ini, pendaftaran relawan masih dibuka hingga 31 April 2021. Untuk pelaksanaan uji klinis di Kota Bandung, lokasi penyuntikan uji klinis akan dipusatkan di enam rumah sakit, antara lain RS Hasan Sadikin, RS Immanuel, RS Advent, RS Al-Ihsan, RS Unggul Karsa Medika, dan RSIA Limijati.

Rodman menjelaskan setiap relawan akan menjalani tiga kali penyuntikan. Setiap penyuntikan akan dilakukan per satu bulan dan akan dilakukan pemantauan selama 14 bulan. Tim akan melihat bagaimana tingkat kekebalan, keamanan, dan efikasinya.

"Kita berharap efikasinya bisa di atas standar WHO, mudah-mudahan bisa melebihi vaksin Sinovac," kata Rodman.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]