Jumat, 19 Feb 2021 14:35 WIB

Kata Pakar soal Vaksin Nusantara: Secara Keilmuwan Luar Biasa Sulit

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
vaksin nusantara Foto: Angling/detikHealth
Jakarta -

Belakangan, vaksin Nusantara yang diprakarsai dr Terawan Agus Putranto, mantan Menteri Kesehatan RI, menjadi perbincangan. Salah satunya terkait dengan teknologi sel dendritik yang digunakan pada vaksin COVID-19.

Menurut ahli penyakit tropik dan infeksi dr Erni Juwita Nelwan SpPD, teknologi sel dendritik yang dipakai vaksin Nusantara sangat rumit. Ia pun menyinggung pemakaian teknologi ini umumnya memakan biaya yang cukup besar.

"Bahwa dendritik sel itu memang akan teraktivasi pada sebagian besar infeksi virus," kata dr Erny dalam konferensi pers Studi Recovery Indonesia, Jumat (19/2/2021).

"Tetapi kalau kita membuat dendritik sel ini sebagai basic untuk kemudian bisa menjadikannya sebagai vaksin saya rasa secara keilmuwan ini akan sangat luar biasa sulit dan mungkin bisa jadi mahal, itu dari sisi manufacturingnya, pembuatannya," lanjut dr Erny.

Komentar lain dari pakar kesehatan Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, pertimbangan apakah vaksin Nusantara memiliki khasiat dan keamanan yang baik tentu harus dilihat dari hasil uji klinik-nya.

Menurutnya, pengembangan vaksin Nusantara berbasis teknologi sel dendritik sama dengan vaksin COVID-19 pada umumnya. Tujuannya adalah menghasilkan antibodi pada COVID-19.

"Mengenai sel dendritik ini memang menjadi salah satu alternatif bagaimana kita bisa memicu antibodi tapi sekali lagi ketika bicara soal produk itu tahapannya," jelas Prof Ari dalam kesempatan yang sama.

"Tetap tadi jadi kita menunggu bagaimana uji tahap I ini hasilnya kemudian nanti berlanjut tahap II sampai uji tahap ketiga," sebutnya.

Ia berpesan agar masyarakat bisa menunggu hasil dari uji coba yang dilakukan vaksin Nusantara. Terlebih jika menanyakan sejauh apa efikasinya.

"Jadi kalau saya sekali lagi sih bagaimana efikasinya ya menunggu dari tahapan uji kliniknya," pungkasnya.



Simak Video "Vaksin COVID-19 Karya RI Pakai Sel Dendritik, Ini Cara Kerjanya"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)