Minggu, 21 Feb 2021 09:47 WIB

Studi Ungkap COVID-19 Bisa Picu Gangren, Kondisi Apa Itu?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Sebuah studi baru menegaskan bahwa virus Corona bisa membuat sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang tubuh. Hal ini bisa menyebabkan gejala long Covid seperti flare rheumatoid arthritis dan autoimun myositis, yang dikenal sebagai Covid toes.

"Kami menyadari bahwa virus Corona bisa memicu tubuh untuk menyerang dirinya sendiri dengan cara yang berbeda, yang bisa menyebabkan masalah reumatologis dan memerlukan penanganan seumur hidup," kata penulis studi yang dipublikasi di jurnal Skeletal Radiology Dr Swati Deshmukh, dikutip dari Daily Star, Kamis (18/2/2021).

Untuk mengetahuinya, para peneliti menganalisis data dari pasien COVID-19 yang datang ke Rumah Sakit Memorial Northwestern antara bulan Mei dan Desember 2020. Hasilnya, beberapa pasien mengalami gejala jangka panjang dan memerlukan perawatan medis seperti MRI, CT scan, atau USG.

"Banyak pasien dengan gangguan muskuloskeletal yang berkaitan dengan COVID-19 bisa sembuh. Tetapi, pada beberapa orang gejala mereka menjadi lebih serius," kata Dr Deshmukh.

"Gambaran tersebut memungkinkan kita untuk melihat apakah nyeri otot dan sendi yang berhubungan dengan COVID-19 ini menjadi lebih berbahaya, dibandingkan yang disebabkan karena sakit biasa," lanjutnya.

Dari pemindaian tersebut mengungkap adanya peradangan, kerusakan saraf, dan pembekuan darah. Hal itu disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap virus.

"Kita mungkin melihat pembengkakan dan perubahan inflamasi pada jaringan, hematoma atau gangren. Pada beberapa pasien bagian sarafnya terluka, sedangkan pada pasien-pasien lainnya mengalami masalah pada gangguan aliran darah," jelas Dr Deshmukh.

Pada beberapa kasus, para dokter tidak bisa menentukan penyebabnya, karena mereka masih belum mengetahui apa yang harus dicari. Untuk itu, diperlukan gambaran radiologis seperti MRI atau CT scan untuk membantu dalam pengobatan.

"Misalnya, jika pasien mengalami nyeri bahu terus-menerus pasca terinfeksi COVID-19, mereka memerlukan pemeriksaan menggunakan MRI atau ultrasound," imbuhnya.



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)