Minggu, 21 Feb 2021 10:51 WIB

Pandemi Corona Disebut Tak Akan Berakhir Sebelum Semua Negara Dapat Akses Vaksin

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Negara China, Singapura, dan Jepang adalah negara yang berhasil menghadapi wabah COVID-19 dengan baik. Namun mereka harus mengantisipasi adanya gelombang kedua. Foto: Getty Images
Jakarta -

Meski beberapa prediksi pandemi Corona di dunia sebelumnya disebut usai 4-6 tahun ke depan, Kanselir Angela Markel Jerman menyebut setidaknya seluruh negara perlu divaksinasi jika ingin benar-benar bebas dari pandemi COVID-19.

Menurutnya, tak ada satu negara pun yang akan bebas dari Corona saat hanya beberapa negara yang mendapat akses vaksin Corona. Negara-negara berkembang disebutnya kesulitan mendapat akses vaksin dan membutuhkan sumbangan stok vaksin Corona.

"Jerman dan negara-negara kaya lainnya mungkin perlu memberikan sebagian dari stok vaksin mereka ke negara berkembang, karena hanya memvaksinasi seluruh dunia yang akan mengakhiri pandemi virus Corona," kata Kanselir Angela Merkel, dikutip dari Reuters.

Meski begitu, Merkel belum membicarakan berapa banyak persentase spesifik yang seharusnya diberikan negara-negara maju pada mereka yang masih sulit mendapat akses vaksin Corona.

"Saya menekankan dalam intervensi saya bahwa pandemi tidak akan berakhir sampai semua orang di dunia telah divaksinasi," tegasnya.

Seperti diketahui, WHO juga sudah mengingatkan semua negara terkait dengan pembagian vaksin Corona yang merata. Program COVAX pun akhirnya dibuat untuk memastikan negara-negara mendapatkan akses vaksin COVID-19.



Simak Video "Vaksin Corona Belum Direkomendasikan untuk Anak-anak dan Ibu Hamil"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)