Senin, 22 Feb 2021 05:00 WIB

4 Fakta GERD, Penyakit Asam Lambung yang Kerap Dikira Maag

Ardela Nabila - detikHealth
Gastroesophageal reflux disease GERD on a clinic desk. GERD (Foto: iStock)
Jakarta -

GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan salah satu penyakit pencernaan yang disebabkan oleh asam lambung yang naik ke kerongkongan. Di Indonesia, 24,8 persen dari populasi atau 1 dari 4 penduduk mengalami GERD.

GERD sendiri terjadi karena adanya kelemahan katup antara kerongkongan dan lambung, sehingga menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan gejala, seperti rasa panas di dada.

Sejumlah faktor yang menyebabkan meningkatkan risiko GERD adalah berat badan berlebih, merokok, mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dan makanan pemicu kenaikan asam lambung, berbaring setelah makan, mengonsumsi obat, serta hamil.

Namun, dokter spesialis penyakit dalam, dr Rabbinu Rangga Pribadi, SpPD mengatakan bahwa salah satu faktor terbesar penyebab GERD adalah stres.

"Penelitian menunjukkan sebenarnya bahwa stres (adalah) faktor terbesar dan terburuk gejala GERD, hampir 50 persen," ujar dr Rabbinu dalam acara webinar bertema Kupas Tuntas Penyakit Asam Lambung yang digelar pada Kamis (18/2/2021).

Di sisi lain, sama seperti penyakit lainnya, risiko GERD dapat dikurangi dengan menjaga gaya hidup sehat, seperti berolahraga teratur dan mengurangi makanan berlemak.

Lebih lanjut, dr Rabbinu memaparkan sejumlah mitos terkait GERD yang sering kali ia dengar dari pasiennya, yaitu:

1. GERD dan maag, samakah?

Menurut dr Rabbinu, banyak masyarakat yang mengira bahwa maag dan GERD merupakan hal yang sama. Padahal faktanya, keduanya merupakan hal yang berbeda. GERD merupakan keadaan asam lambung naik ke kerongkongan, sedangkan maag dalam pengertian awam adalah penyakit radang pada lambung.

Maag sendiri merupakan serapan dari bahasa Belanda yang artinya lambung. Dalam bahasa Indonesia, ejaan bakunya adalah 'mag'.

"Faktanya adalah keduanya tidak sama. Dua-duanya memang terkait asam lambung, tetapi bisa berbeda antara GERD dan sakit maag. Kalo GERD itu asam lambungnya naik ke kerongkongan, jadi gejalanya tidak ada itu heartburn, gejala mulut asam. Kalo sakit maag itu radang di lambung, biasanya gejalanya, ya, nyeri ulu hati," ujar dr Rabbinu.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Mengenal Gejala GERD yang Dikaitkan dengan Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]