Senin, 22 Feb 2021 16:18 WIB

Jelang Vaksinasi COVID-19, Kemenkes Imbau Lansia Kontrol ke Dokter

Firdaus Anwar - detikHealth
Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang. Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Kelompok lansia diperkirakan akan segera mendapat vaksinasi COVID-19 mulai pekan depan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah membuka pendaftaran lewat formulir yang bisa diisi secara online di situs resmi www.kemkes.go.id dan www.covid19.go.id.

Juru bicara program vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, mengimbau agar para lansia dengan penyakit kronis atau kondisi penyerta segera berkonsultasi dengan dokter. Tujuannya agar bisa dipastikan tubuh dalam konfisi fit untuk menerima vaksin.

"Untuk lansia yang selama ini memiliki penyakit kronik segera kontrol dulu ke dokternya, misalnya punya penyakit jantung, kelainan darah, atau penyakit ginjal. Kontrol ke dokternya pastikan bisa diberikan keterangan layak vaksin, bisa dalam bentuk surat," kata Nadia dalam konferensi pers yang disiarkan Forum Merdeka Barat 9, Senin (22/2/2021).

Daftar Vaksin Covid Lansia di Mana? Ini Kumpulan Link ResminyaDaftar Vaksin Covid Lansia di Mana? Ini Kumpulan Link Resminya Foto: infografis detikHealth

"Kalau punya komorbid, misalnya penyakit darah tinggi, asma, dan gula darah ini sebaiknya diobati dulu. Nanti kalau sudah terkontrol dengan baik silahkan datang ke fasilitas pelayanan kesehatan," lanjutnya.

Ketua Satgas Nahdlatul Ulama (NU), Makky Zamzami, menyarankan agar pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk lansia dilakukan secara khusus. Ini karena kelompok lansia kemungkinan besar memiliki keterbatasan seperti tidak bisa mengantri terlalu lama atau memiliki komorbid yang tidak terkontrol.

Makky menyarankan vaksinasi dilakukan di fasilitas yang memungkinkan untuk memantau kondisi para lansia selama satu hari penuh. Jadi lansia yang datang dengan kondisi seperti tekanan darah tinggi atau gula darah dapat langsung dibantu tanpa harus menunggu penjadwalan ulang vaksinasi.

"Saya harap perlu dipikirkan suatu alternatif. Jadi membentuk suatu one day care service, satu tempat di mana satu hari penuh lansia bisa datang, yang ketika dia tinggi tensi atau gulanya diturunkan dulu. Diobservasi dulu dalam satu hari penuh kemudian divaksin," pungkas Makky.



Simak Video "Selain Lansia, Ini Kelompok Profesi Penerima Vaksin Tahap II "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)