Selasa, 23 Feb 2021 09:40 WIB

Viral Disebut 'Bak Mengubur Anjing', Ini Prosedur Penanganan Jenazah COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Relawan COVID-19 geruduk kantor DPRD Bantul, Senin (22/2/2021). Anggota DPRD Bantul mengomentari proses pemakaman dengan protokol COVID-19. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Jakarta -

Seorang anggota DPRD Bantul, DIY, mengomentari proses pemakaman dengan protokol COVID-19. Dalam sebuah potongan video yang viral, ia menyebut prosedur penanganan jenazah COVID-19 seperti mengubur anjing dan sarat proyek.

Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi keras oleh banyak kalangan terutama para relawan COVID-19. Sebenarnya, bagaimana prosedur penanganan jenazah COVID-19?

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19, salah satunya mengenai pemulasaraan jenazah. Dalam pedoman tersebut, jelas dituliskan bahwa jenazah pasien dengan COVID-19 perlu dikelola dengan etis dan layak sesuai dengan agama, nilai, norma dan budaya.

Berikut ketentuan dalam penanganan jenazah pasien COVID-19:

Pemulasaraan jenazah

Pemulasaraan jenazah perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penularan. Memandikan jenazah hanya bisa dilakukan setelah tindakan disinfeksi.

Petugas pemandi jenazah dibatasi hanya sebanyak dua orang. Keluarga yang hendak membantu memandikan jenazah hendaknya juga dibatasi serta menggunakan APD sebagaimana petugas pemandi jenazah

Setelah itu jenazah dimandikan sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya. Setelah jenazah dimandikan dan dikafankan/diberi pakaian, jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah atau dibungkus dengan plastik dan diikat rapat.

Bila diperlukan peti jenazah, maka dilakukan cara berikut:

- Jenazah dimasukkan ke dalam peti jenazah dan ditutup rapat;

- Pinggiran peti disegel dengan sealant/silikon; dan dipaku/disekrup sebanyak 4-6 titik dengan jarak masing-masing 20 cm.

- Peti jenazah yang terbuat dari kayu harus kuat, rapat, dan ketebalan peti minimal 3 cm.

Ketentuan pemakaman

  • Pemakaman jenazah dilakukan segera mungkin dengan melibatkan pihak RS dan dinas pertamanan. Pelayat yang menghadiri pemakaman tetap menjaga jarak sehingga jarak aman minimal 2 meter.
  • Penguburan dapat dilakukan di pemakaman umum. Beberapa jenazah dalam satu liang kubur dibolehkan pada kondisi darurat.
  • Pemakaman dapat dihadiri oleh keluarga dekat dengan tetap memperhatikan physical distancing dengan jarak minimal 2 meter, maupun kewaspadaan standar. Setiap individu pelayat/ keluarga yang menunjukkan gejala COVID-19 tidak boleh hadir.
  • Jenazah yang menggunakan peti, harus dipastikan peti tersebut telah ditutup dengan erat.
  • Penguburan jenazah dengan cara memasukkan jenazah bersama peti kedalam liang kubur tanpa harus membuka peti, plastik dan kain kafan.
  • Petugas pemakaman harus menggunakan APD standar terdiri dari masker bedah dan sarung tangan tebal. APD yang telah digunakan merupakan limbah medis yang harus dilakukan pengelolaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Simak Video "Ombudsman: Petugas KPPS Adalah Wajah Negara di Pilkada 9 Desember"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)