Selasa, 23 Feb 2021 15:45 WIB

Soal Nakes Wafat Usai Divaksin, Satgas Pastikan Skrining Sudah Sesuai

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Seorang tenaga kesehatan asal Blitar meninggal dunia usai disuntik vaksin Corona. Namun, ditegaskan penyebab meninggalnya tak berkaitan dengan vaksin COVID-19.

Nakes tersebut diduga sudah positif COVID-19 saat divaksin Corona. Lantas bagaimana dengan prosedur skrining penerima vaksin Corona, sudahkah dilakukan dengan ketat?

Menurut juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, proses skrining pada penerima vaksin Corona sudah sesuai petunjuk teknis pemberian vaksin COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

"Pada prinsipnya skrining yang dilakukan sebelum vaksinasi itu sudah ditetapkan sesuai standar operasional medis," kata Wiku, dikutip dari CNNIndonesia.

Adapun yang tercantum dalam Kemenkes Nomor HK.02.01/4/1/2021 tentang Juknis Pelaksanaan Vaksinasi, meliputi pemeriksaan pengukuran suhu tubuh, tensi darah, dan formulir berisikan 16 pertanyaan terkait kondisi tubuh, riwayat penyakit, gejala penyakit yang diderita, serta kemungkinan kontak erat dengan suspek atau pasien positif COVID-19.

Sementara itu, Ketua Komnas KIPI, Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K), menegaskan meninggalnya nakes asal Blitar tak berkaitan dengan KIPI atau efek samping vaksin COVID-19. Terlebih, nakes tersebut juga baru menerima satu dosis vaksin Corona.

"Iya bukan disebabkan oleh vaksin. Alm baru disuntik satu kali," tegas Prof Hindra kepada detikcom Selasa (23/2/2021).

"Terdeteksi COVID 9 hari setelah divaksinasi, artinya terpapar saat antibodi belum terbentuk, antibodi terbentuk paling cepat dua minggu setelah vaksinasi kedua, jadi meski sudah divaksinasi harus tetap menjaga protokol kesehatan, jangan lengah, atau merasa kebal," pungkasnya.

Nakes tersebut sebelumnya didiagnosis meninggal dengan kondisi positif COVID-19 dan pneumonia hingga obesitas.

"Diagnosis akhir konfirmasi COVID-19, pneumonia, disseminated intravascular coagulation, dan obesitas," kata Sekretaris Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Blitar Ta'adi.



Simak Video "Vaksin COVID-19 Karya RI Pakai Sel Dendritik, Ini Cara Kerjanya"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)