Selasa, 23 Feb 2021 21:45 WIB

Lawan Varian Baru, FDA Izinkan Uji Singkat Vaksin COVID-19 yang Dimodifikasi

Firdaus Anwar - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Beberapa varian virus Corona penyebab COVID-19 disebut bisa lebih resistan terhadap vaksin yang tersedia saat ini. Sebagai contoh, satu jenis vaksin COVID-19 sempat dilaporkan hanya mencapai efikasi 10 persen terhadap varian di Afrika Selatan.

Untuk menghadapinya sebagian besar produsen berencana melakukan modifikasi vaksin. Moderna dan Pfizer-BioNTech mengaku bisa dengan cepat melakukan modifikasi, namun butuh waktu lebih lama dalam proses uji klinis dan produksi.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menanggapi dengan mengeluarkan pedoman baru terkait uji klinis vaksin COVID-19. Vaksin yang sebelumnya sudah mendapat izin, kemudian dimodifikasi, tidak harus menjalankan lagi proses uji klinis yang panjang.

Komisioner FDA, Janet Woodcock, menjelaskan vaksin yang dimodifikasi hanya perlu melakukan uji berskala kecil. Yaitu dengan mengambil sampel darah sejumlah relawan yang sudah disuntik vaksin, lalu memastikan dan mengukur respons imun yang dihasilkan terhadap varian.

"FDA berkomitmen dalam mengidentifikasi cara-cara efisien memodifikasi produk medis yang sudah dipesan atau yang telah diizinkan dalam penggunaan darurat untuk mengatasi varian," kata Janet seperti dikutip dari situs resmi FDA, Selasa (23/2/2021).

"Kami tahu negara ini ingin cepat kembali normal dan kemunculan varian virus ini menimbulkan kekhawatiran baru terkait performa produk-produk yang sudah ada," lanjutnya.



Simak Video "Kemenkes Yakin Herd Immunity di Indonesia Bisa Tercapai"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)