Kamis, 25 Feb 2021 07:50 WIB

Ahli Sebut Ada Potensi 2 Varian Corona Bergabung Jadi Satu, Ini Efeknya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Covid-19: Bagaimana mutasi memberi petunjuk tentang penyebaran dan asal-usul virus corona Ahli sebut ada potensi 2 varian virus Corona bergabung jadi 1. (Foto: BBC Magazine)
Topik Hangat Mutasi 'Hybrid' Corona
Jakarta -

Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan ada kemungkinan gabungan dua varian virus Corona menjadi satu dan membentuk mutasi baru. Berbeda dengan mutasi lainnya, jika dua varian baru bergabung atau rekombinasi, maka dikhawatirkan efektivitas vaksin berkurang.

"Varian baru yang terbentuk mungkin saja menyebabkan efektivitas vaksin menjadi berkurang," kata Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI Wien Kusharyoto, dikutip dari Antara (25/2/2021).

Rekombinasi terjadi ketika dua varian SARS-CoV-2 yang berbeda menginfeksi seseorang sehingga kedua varian tersebut saling menukar beberapa gennya. Ini akan menyebabkan mutasi bergabung membentuk varian baru.

Untuk mengantisipasi adanya rekombuinasi, genom SARS-CoV-2 harus terus dipantau secara berkelanjutan guna mendeteksi jika terjadi perubahan pada struktur virus. Pemantauan juga penting dilakukan terutama jika ada kasus pada suatu daerah yang jumlah penderitanya cukup signifikan.

"Perubahan genom virus SARS-CoV-2 terutama yang menyebabkan perubahan struktur receptor binding domain (RBD) pada protein spike harus selalu dimonitor misalnya dengan pengurutan genom menyeluruh," jelasnya.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/vyp)
Topik Hangat Mutasi 'Hybrid' Corona