Kamis, 25 Feb 2021 10:20 WIB

Jerman Masuk Gelombang Ketiga Corona, Varian Baru COVID-19 Diduga Jadi Pemicu

Ayunda Septiani - detikHealth
50 Persen Penduduk Jerman Khawatirkan Gelombang Kedua Corona Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: DW (News))
Jakarta -

Jerman sedang berada dalam gelombang ketiga pandemi virus Corona COVID-19. Hal ini diungkap oleh Kanselir Angela Merkel di hadapan anggota dewan partai konservatifnya.

"Kita kini berada dalam gelombang ketiga," jelasnya seperti dikutip dari laman Reuters.

Selain itu, Merkel juga memperingatkan bahwa pelonggaran aturan penguncian yang diberlakukan akhir tahun lalu dan yang diperpanjang hingga 7 Maret harus dilakukan secara hati-hati dan bertahap.

Dia juga mengatakan bahwa varian virus baru dari Inggris sudah menyebar di Jerman dan mengancam keberhasilan upaya penanganan pandemi di Jerman hingga saat ini.

Jumlah infeksi harian baru telah mengalami peningkatan selama seminggu terakhir sekitar 60 kasus per 100.000. Pada hari Rabu, Jerman melaporkan 8.007 infeksi baru dan 422 kematian lebih lanjut.

"Karena (varian baru Corona), kami memasuki fase baru pandemi, dari mana gelombang ketiga mungkin muncul. Jadi kita harus melanjutkan dengan bijak dan hati-hati sehingga gelombang ketiga tidak mengharuskan penghentian total baru di seluruh Jerman," tambah Merkel.

Merkel dan perdana menteri negara bagian di Jerman, negara terpadat di Eropa dan ekonomi terbesar, telah setuju untuk memperpanjang pembatasan untuk mengekang penyebaran virus corona hingga 7 Maret mendatang.

Salon rambut akan diizinkan untuk dibuka kembali mulai 1 Maret, tetapi ambang batas untuk pembukaan kembali secara bertahap dari negara-negara ekonomi lainnya menargetkan tingkat infeksi tidak lebih dari 35 kasus baru per 100.000 orang selama tujuh hari.



Simak Video "Mulai 7 Juni, Jerman Buka Layanan Vaksinasi Corona untuk Umum"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)