Jumat, 26 Feb 2021 09:15 WIB

Lagi Hits, Vaksin Ini Ampuh Cegah Corona Hanya dengan Sekali Suntik

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
FILE - This September 2020 photo provided by Johnson & Johnson shows a single-dose COVID-19 vaccine being developed by the company. A late-stage study of Johnson & Johnson’s COVID-19 vaccine candidate has been paused while the company investigates whether a study participant’s “unexplained illness” is related to the shot, the company announced Monday, Oct. 12, 2020. (Cheryl Gerber/Courtesy of Johnson & Johnson via AP, File) Vaksin Johnson and Johnson. (Foto: Cheryl Gerber/Courtesy of Johnson & Johnson via AP, File)
Jakarta -

Vaksin Corona buatan Johnson & Johnson menawarkan perlindungan kuat terhadap COVID-19 yang parah hanya dengan satu dosis. Analisis ini diungkap oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dan menyebut dosis tunggal ini bisa menawarkan mempercepat proses vaksinasi.

Ilmuwan di FDA mengkonfirmasi bahwa secara keseluruhan vaksin tersebut sekitar 66% efektif untuk mencegah COVID-19 sedang hingga parah, dan sekitar 85% efektif melawan penyakit paling serius.

Dikutip dari AP News, J&J menguji opsi dosis tunggal pada 44.000 orang dewasa di AS, Amerika Latin, dan Afrika Selatan. Berbagai versi virus yang bermutasi beredar di berbagai negara, dan analisis FDA memperingatkan bahwa tidak jelas seberapa baik vaksin bekerja terhadap setiap varian.

Pihak J&J sebelumnya mengumumkan bahwa vaksin bekerja lebih baik di AS, 72 persen efektif melawan COVID-19 sedang hingga parah, dibandingkan dengan 66 persen di Amerika Latin dan 57 persen di Afrika Selatan.

Namun, di setiap negara uji coba, vaksin ini disebut sangat efektif melawan gejala yang paling serius, dan hasil studi awal menunjukkan tidak ada rawat inap atau kematian mulai 28 hari setelah vaksinasi.

Saat ini J&J menjadi satu-satunya vaksin yang memunculkan antibodi yang besar dengan dosis pertama. J&J memiliki studi besar lainnya yang sedang dilakukan untuk melihat apakah dosis kedua vaksinnya bekerja lebih baik.

Seperti vaksin COVID-19 lainnya, efek samping utama dari suntikan J&J adalah rasa sakit di tempat suntikan dan demam seperti flu, kelelahan dan sakit kepala. Tidak ada peserta studi yang mengalami reaksi alergi parah, yang disebut anafilaksis, yang merupakan risiko langka dari beberapa suntikan COVID-19 lainnya, meskipun reaksi yang dialami tidak terlalu serius.



Simak Video "FDA Sebut Satu Dosis Vaksin Johnson & Johnson Efektif Cegah Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)