Senin, 01 Mar 2021 05:38 WIB

8 Alasan Tidur Berkualitas Baik untuk Tubuh

Yuviniar Ekawati - detikHealth
Close up of a young woman  fall asleep next to smart phone Ilustrasi tidur (Foto: iStock)
Jakarta -

Penting untuk menjaga pola tidur alami karena tidur berkualitas penting untuk kesehatan. Tidur berkualitas bahkan sama pentingnya dengan berolahraga dan menjaga pola makan atau diet sehat.

Menurut Joe Leech, MS, seorang ahli ilmu gizi, menyayangkan bahwa sekarang waktu tidur orang-orang sekarang lebih sedikit dari sebelumnya.

Selain jumlah waktu tidur yang berkurang, ditemukan juga orang-orang yang kualitas tidurnya juga menurun. Padahal, waktu tidur yang cukup dan kualitas tidur yang baik dibutuhkan oleh tubuh.

Berikut ini 8 alasan tidur berkualitas baik untuk tubuh dikutip dari healthline:

1. Kurang tidur berpengaruh pada kenaikan berat badan

Hasil penelitian yang terdapat di National Institutes of Health, orang dengan waktu tidur yang pendek cenderung memiliki berat badan yang lebih besar daripada orang yang cukup tidur.

Waktu atau durasi tidur yang singkat merupakan salah satu faktor risiko obesitas. Faktor dari kenaikan berat badan ini adalah hormin dan berkurangnya motivasi untuk olahraga.

2. Orang yang cukup tidur butuh lebih sedikit kalori

Kurang tidur mengganggu fluktuasi hormon nafsu makan yang diyakini sebagai penyebab regulasi nafsu makan yang buruk.

3. Tidur berkualitas dapat meningkatkan konsentrasi dan produktivitas

Tidur singkat berdampak negatif pada fungsi otak, dampaknya sama dengan keracunan alkohol. Hal ini diketahui dari penelitian A M Williamson dan A, M Feyer. Sedangkan, tidur yang cukup dapat meningkatkan kerja memori otak dan penyelesaian masalah.

4. Kurang tidur memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung dan stroke

Orang yang tidur cukup 7-8 jam per malam memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik daripada yang kekurangan waktu tidur.

5. Tidur memengaruhi metabolisme glukosa

Sebuah penelitian kepada pria muda yang sehat dibatasi durasi tidur hingga 4-6 jam menyebabkan gejala prediabetes. Namun, gejala-gejala tersebut teratasi setelah mendapatkan tidur yang cukup.

6. Kurang tidur berkaitan dengan depresi

Hasil penelitian yang ada di National Institutes of Healths menunjukkan orang yang memiliki gangguan tidur atau insomnia memilki tingkat depresi yang lebih tinggi daripada yang tidak.

7. Tidur meningkatkan fungsi kekebalan tubuh

Dr. Sheldon Cohen dari hasil penelitian bersama rekannya mnemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 7 jam hamper 3 kali lebih mungkin terkena flu, dibandingkan orang yang tidur teratur selama lebih dari 8 jam.

8. Tidur memengaruhi emosi dan interaksi sosial

Studi menemukan bahwa orang dengan durasi tidur yang pendek memiliki kemampuan mengenali ekspresi yang lebih rendah.



Simak Video "2.000 Tempat Tidur Tambahan Disiapkan untuk Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)