Senin, 01 Mar 2021 08:06 WIB

Ini Pesan Bill Gates untuk Orang yang Sudah Divaksin COVID-19

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
FILE - In this Feb. 1, 2019, file photo, Bill Gates smiles while being interviewed in Kirkland, Wash. Washington states richest residents, including Gates and Jeff Bezos, would pay a wealth tax on certain financial assets worth more than $1 billion under a proposed bill whose sponsor says she is seeking a fair and equitable tax code. Under the bill, starting Jan. 1, 2022, for taxes due in 2023, a 1% tax would be levied not on income, but on extraordinary assets ranging from cash, publicly traded options, futures contracts, and stocks and bonds. (AP Photo/Elaine Thompson, File) Bill Gates. (Foto: AP/Elaine Thompson)
Jakarta -

Bill Gates (65) dikabarkan telah menerima dosis kedua vaksin COVID-19 pada seminggu yang lalu. Ia pun menitipkan pesan bagi orang-orang yang sudah divaksin.

Dikutip dari CNBC, dalam sebuah wawancara di media sosial Clubhouse, Bill Gates mengatakan orang yang sudah divaksin COVID-19 tetap berisiko menularkan virus.

"Jika Anda divaksinasi, Anda masih bisa menularkan," kata Bill Gates.

Hal ini juga telah disampaikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), orang yang sudah divaksin COVID-19 tetap perlu menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker.

Meski vaksin COVID-19 yang digunakan di Amerika Serikat, seperti vaksin buatan Moderna dan Pfizer, telah terbukti memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam mencegah keparahan sakit akibat COVID-19, namun belum ada bukti vaksin COVID-19 dapat mencegah penularan.

"Saya tidak akan berhenti memakai masker atau berhati-hati, terutama di sekitar orang tua yang belum divaksinasi," ujar Bill Gates.

Pakar penyakit menular dari Amerika Serikat, Anthony Fauci, pun mengatakan kemungkinan orang-orang, khususnya di Amerika, perlu terus menggunakan masker hingga tahun 2022. Kebutuhan akan masker tergantung pada tingkat penularan virus di masyarakat.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)