Senin, 01 Mar 2021 08:30 WIB

Produsen Akan Modifikasi Vaksin COVID-19, Haruskah Vaksinasi Ditunda?

Firdaus Anwar - detikHealth
Ribuan tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi COVID-19 di Surabaya. Ada 4 ribu lebih nakes yang disuntik vaksin COVID-19. Vaksinasi COVID-19. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta -

Dengan kemunculan berbagai varian COVID-19, vaksin yang sudah mendapat izin dan dipakai saat ini dilaporkan mengalami penurunan tingkat efikasi. Oleh sebab itu sebagian produsen sedang berusaha melakukan modifikasi, membuat vaksin khusus untuk melawan varian tersebut.

Apakah ini berarti sebaiknya kita menunggu vaksin COVID-19 terbaru yang sudah disesuaikan?

Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Soumya Swaminathan, menjawab bahwa sebaiknya orang-orang tidak menunda vaksinasi. Pasalnya vaksin yang ada saat ini diketahui tetap masih bisa memberikan efek perlindungan terhadap kejadian-kejadian infeksi serius.

"Vaksin-vaksin yang sudah disetujui bisa melindungi kita terhadap kejadian infeksi parah yang membutuhkan perawatan rumah sakit hingga kematian. Ini adalah hal yang kita inginkan. Kita ingin mengurangi kematian dan ingin mengurangi orang-orang yang dirawat di rumah sakit," kata Soumya seperti dikutip dari situs resmi WHO, Senin (1/3/2021).

"Jadi yang paling penting sekarang adalah agar orang-orang di kelompok berisiko, mulai dari tenaga kesehatan, pekerja garis depan, dan lansia, harus bisa mendapat vaksin. Karena kita ingin mencegah orang-orang jatuh sakit atau meninggal akibat COVID-19," lanjutnya.

Soumya menjelaskan bahwa vaksin COVID-19 akan terus dikembangkan dan seiring berjalannya waktu akan semakin canggih. Kemungkinan vaksin di masa depan hanya memerlukan satu dosis, bisa disimpan di suhu ruangan, dan bisa diberikan secara oral atau nasal.

"WHO terus bekerja sama produsen vaksin di seluruh dunia untuk memastikan kapan perubahan vaksin-vaksin ini akan diperlukan," pungkas Soumya.



Simak Video "Melihat Proses Virus Corona Bermutasi dan Munculkan Varian Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)