Senin, 01 Mar 2021 16:35 WIB

Setahun Pandemi Corona, IDI: Gelombang Pertama COVID-19 RI Belum Usai

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus positif COVID-19 di Indonesia terus bertambah dan diprediksi tembus 1 juta kasus di tengah penerapan PPKM dan dicanangkannya vaksinasi virus Corona. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Ketua tim mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebut gelombang pertama Corona belum usai meski kasus COVID-19 belakangan melandai. Menurutnya, kondisi COVID-19 di Indonesia saat ini berada di tahap ketiga, apa artinya?

"Stage 3 yang masih berisiko, bed occupancy rate yang memang turun saat ini tapi untuk gejala sedang saja, di ruangan-ruangan ICU masih banyak pasien-pasien COVID-19 yang membutuhkan peralatan lebih banyak," tutur dr Adib Khumaidi, SpOT dalam konferensi pers IDI Senin (1/3/2021).

Selain itu, Adib menyoroti angka positivity rate di Indonesia masih tinggi. Hal ini menurutnya bisa berdampak pada angka kematian akibat COVID-19.

Maka dari itu, ia kembali menekankan, dampak penanggulangan dari pandemi Corona tidak hanya bisa dilihat dari penurunan kasus saja. Terlebih saat ini ada mutasi Corona baru mulai merebak di sejumlah negara.

Apakah vaksinasi Corona bisa membantu pandemi Corona di RI lebih cepat terkendali?

"Saat ni memang kita didukung oleh adanya pelaksanaan vaksin tapi apakah avaksin ini masih menjadi tolak ukur (terkendalinya) pandemi, kita bisa belum katakan seperti itu, karena belum ada data," bebernya.

Catatan IDI setahun pandemi Corona

dr Adib menyebut ada banyak masalah yang perlu segera dibenahi dalam penanganan pandemi Corona. Salah satunya soal integritas data.

"Kita tahu bahwa supply chain sistem tentang kebutuhan alat obat dan tentunya berkaitan dengan vaksin yang harus kita perbaiki ke depan, dan juga kemampuan anggaran," kata Adib.

"Problem yang berkaitan dengan integrasi data, nah ini saya kira beberapa hal yang menjadi masalah yang harus diselesaikan ke depan. Di tahun 2021 ini upaya-upaya itu harus menjadi prioritas pemerintah," bebernya.

Ia menekankan, pandemi Corona saat ini tak bisa diselesaikan satu hingga dua bulan. Masih butuh hingga dua tahun lamanya agar COVID-19 terkendali.

"Kita belum mengalami penurunan dari gelombang pertama atau menurun darI puncak," tegasnya.



Simak Video "Daftar Negara yang Larang Masuk Penerbangan dari Afrika"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)