Sabtu, 06 Mar 2021 15:03 WIB

China Gunakan Anal Swab untuk Deteksi COVID-19, Banyak yang Jadi Trauma

Ayunda Septiani - detikHealth
Sikap Skeptis Warga Hantui Program Vaksinasi Corona di Jepang Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: DW (SoftNews))
Jakarta -

Pemerintah Jepang telah meminta China untuk berhenti melakukan tes anal swab COVID-19 melalui dubur pada warga Jepang ketika mereka memasuki negara itu.

Dikutip dari laman BBC, para pejabat mengatakan, beberapa warga Jepang mengeluh bahwa prosedur tersebut menyebabkan mereka tertekan psikologis.

China mulai melakukan tes anal swab pada Januari lalu. Pada pekan lalu, mereka membantah telah mewajibkan diplomat Amerika Serikat (AS) menjalani tes semacam itu setelah media AS melaporkan ada sejumlah warga yang mengeluhkan prosedur tersebut.

"Beberapa warga Jepang melaporkan ke kedutaan kami di China bahwa mereka menerima tes usap dubur, yang menyebabkan rasa sakit psikologis yang hebat," jelas Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato.

Dia mengatakan, belum diketahui berapa banyak warga Jepang yang telah menerima tes semacam itu.

Tes tersebut dilakukan pada sejumlah warga Jepang yang dikarantina atau memasuki China.

Menurut Kato, China sejauh ini belum menanggapi permintaan tersebut. Dia menambahkan bahwa pemerintah Jepang telah mengajukan permintaan tersebut melalui kedutaan besar di Beijing.

Pada saat peluncurannya, media pemerintah melaporkan tes-tes tersebut memicu kontroversi di antara para ahli dan kurang efisien daripada tes pada saluran pernapasan bagian atas.



Simak Video "Tanggapan China Soal Permintaan Penyetopan Anal Swab Test"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)