Rabu, 10 Mar 2021 09:31 WIB

2,6 Persen Anak Indonesia Punya 'Bakat' Stunting, Ini Sebabnya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
A three month baby in mint green clothes lying on a bed on which a measuring ruler for growth is drawn. Teething tool in hands, chewing Ada 2,6 persen anak di Indonesia yang punya bakat stunting, ini sebabnya. (Foto: iStock)
Jakarta -

Stunting masih menjadi masalah yang cukup serius di Indonesia. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr Hasto Wardoyo, SpOG, mengatakan sekitar 22,6 persen anak Indonesia memiliki 'bakat' stunting. Kok bisa?

"Kita ini punya 'bakat' stunting itu sejak awal. Ternyata bayi yang lahir, data Riskesdas 2018 menunjukkan ada sekitar 22,6 persen bayi yang lahir panjang badannya di bawah standar. Itu kan sudah 'bakat' untuk stunting," jelas dr Hasto.

Panjang dan berat badan bayi baru lahir kerap dijadikan tolak ukur kesehatan bayi. Ukuran panjang bayi normal berkisar antara 48-52 cm dan berat 2,5-3,5 kg. Kurang dari itu, maka anak berpotensi mengalami gagal tumbuh.

"Panjang badan ideal bayi ketika lahir adalah 48 hingga 52 cm. Bayi yang lahir kurang dari 48 cm bisa berpotensi stunting," bebernya.

dr Hasto menyoroti makin terjadi peningkatan anak dengan tinggi di bawah standar mengalami peningkatan menuju 1.000 hari kehidupan. Gangguan pertumbuhan linier atau tinggi badan tidak mencapai standar, merupakan salah satu masalah gizi yang bisa menjadi indikasi stunting.

"Setelah disusui selama 6 bulan dan diperiksa lagi, ternyata ukuran badan yang tidak sesuai dengan umurnya meningkat menjadi 23 persen. setelah diberi mpasi, sampai 23 bulan mendekati hpk, ternyata tinggi badan yang tidak sesuai umur bertambah menjadi 30,7 persen," jelasnya.

Bisakah stunting diatasi?

Anak usia 0-6 bulan yang lahir pendek atau memiliki panjang badan kurang dari 48 cm dan berat badan kurang dari 2,5 kg masih bisa dicegah agar tidak mengalami stunting. Caranya adalah dengan memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan.

Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian ASI sampai usia 2 tahun ditambah dengan asupan makanan pendamping ASi yang baik. Pemberian imunisasi pada anak juga penting agar anak terhindar dari penyakit.

"Pencegahan stunting itu masih bisa dilakukan asal anak usianya masih di bawah 2 tahun. Kalau lewat dari itu, maka akan susah sekali," pungkas dr Hasto.



Simak Video "Menko PMK Singgung Diet Ekstrem Berpotensi Picu Stunting"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)