Sabtu, 13 Mar 2021 05:49 WIB

Catat! Hipospadia Beda dengan Kelamin Ganda, Dokter Jelaskan Bedanya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Tim Putri Jakarta Elektrik PLN kembali menjuarai ajang bergengsi Volli Proliga 2017 di Putaran Final yang digelar di Stadion Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (23/4). Jakarta Elektrik PLN mencatatkan rekor untuk ketiga kalinya menjuarai Proliga berturut-turut dengan skor akhir 3-2. Serda Aprilia Manganang (Foto: Rachman Haryanto)
Topik Hangat Aprilia Vs Hipospadia
Jakarta -

Mengidap kelainan hipospadia, mantan atlet voli wanita Serda Aprilia Manganang mengubah jenis kelamin menjadi pria. Lantas, apa itu sebenarnya hipospadia? Apakah sama dengan kelamin ganda?

Dokter spesialis urologi Rachmat Budi Santoso menyebut, hipospadia adalah kondisi kesalahan posisi lubang kencing pada penis. Pada kasus hipospadia berat, penis mungkin 'tertutup' sehingga pasien disangka berjenis kelamin perempuan.

"Itu sebenarnya lubang kencing laki-laki yang di ujung, dia bisa ada di leher, di batang, bisa di hubungan antara buah zakar dan pangkal penis. Jadi lubang kencingnya di situ," jelas dr Santo pada detikcom, Rabu (10/3/2021).

Ia menjelaskan, sampai sekarang tidak ada penyebab yang jelas dari kasus hipospadia. Akan tetapi, hipospadia banyak terjadi, terhitung 1 di antara 1.250 kelahiran di dunia.

Jika pemeriksaan jenis kelamin bayi ketika baru dilahirkan benar, hipospadia sebenarnya bisa terdeteksi sejak dini. Sebab, kasus hipospadia berat memang seringkali diawali dengan bentuk penis yang dikira sebagai bagian vagina ketika pasien baru lahir.

"Sebenarnya kalau yang bantu persalinan ngerti, harusnya nggak sampai kecolongan. Mungkin kasusnya sudah hipospadia berat, buah zakarnya itu disangka laba kalau di perempuan, lalu glands (kelenjar) dikira klitoris. Sebenarnya bisa kelihatan, kalau persalinannya dicek dengan benar," imbuhnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, dokter spesialis urologi dari RS Cipto Mangunkusumo dr Irfan Wahyudi, SpU(K) menyebut, satu-satunya cara untuk mengobati hipospadia adalah operasi rekonstruksi atau corrective surgery.

"Prinsipnya selain membentuk saluran uretra baru hingga ke ujung glans penis, meluruskan penis bila bengkok (chordee) serta revisi kelainan kulit genitalia," ujarnya pada detikcom, Rabu (10/3/2021).

Ia pula menjelaskan, hipospadia ini sebenarnya berbeda dengan kondisi kelamin ganda. Akan tetapi, hipospadia berat digolongkan sebagai bagian dari kelainan DSD (Disorders of Sexual Development).

"DSD ini dulu sering disebut intersex. Di masyarakat dikenal dengan istilah kelamin ganda, walaupun istilah ini sebenarnya kurang tepat," imbuhnya.



Simak Video "Efek Samping Konsumsi Kopi dan Teh di Bulan Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)
Topik Hangat Aprilia Vs Hipospadia