Sabtu, 13 Mar 2021 15:45 WIB

Tak Rela BPOM RI Ditekan Soal Vaksin Nusantara, dr Tirta 'Ngegas' Lagi

Ayunda Septiani - detikHealth
influencer dr Tirta Mandiri Hudhi divaksinasi Corona di Puskesmas Ngemplak 2, Sleman, DIY, Kamis (14/1). Selain dr Tirta terdapat 10 orang lain yang menerima vaksin sinovac. dr Tirta mendapat suntikan vaksin Corona Sinovac di Sleman (Foto: Pius Erlangga)
Jakarta -

Vaksin Nusantarabesutan dr Terawan Agus Putranto menuai kontroversi. Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI baru-baru ini, BPOM menyebut uji klinis fase I vaksin Nusantara tidak sesuai kaidah dan tidak menjawab khasiatnya.

Sikap tegas BPOM RI mendapat dukungan dari dokter yang juga influencer Tirta Mandira Hudhi alias dr Tirta.

Dalam sebuah unggahan video di Instagram, dr Tirta menyampaikan tanggapannya soal kontroversi vaksin Nusantara. Menurutnya, produk lokal seperti halnya vaksin Nusantara perlu diapresiasi, namun uji klinis yang sesuai kaidah tidak boleh dikesampingkan.

"Terlepas itu penemuan apapun dari Indonesia, kita harus apresiasi, namanya juga produk lokal," kata dr Tirta, seperti dikutip detikcom dari postingan Instagram miliknya, dikutip atas izin yang bersangkutan, Sabtu (13/3/2021).

"Tetapi, dalam kaitannya obat, vaksin, atau apapun yang masuk ke dalam tubuh manusia, apalagi berkaitan dengan virus, bakteri, atau apapun itu harus mengalami namanya uji klinis, ada namanya praklinis," lanjutnya.



[Gambas:Instagram]




Sama seperti vaksin lainnya, dr Tirta mengatakan vaksin nusantara juga harus melalui uji klinis sesuai prosedur yang ada di BPOM.

"Vaksin nusantara dibuat oleh pak Terawan dan kawan-kawannya ini dengan segala hormat, harus juga mengikuti peraturan yang berlaku dari BPOM. Bukan berarti apapun, tetap ikuti aturan yang berlaku kayak vaksin Merah Putih," tambahnya.

Selain itu, dr Tirta juga menyebut bahwa komisi IX DPR RI juga harus netral dalam mengawal pemberian izin tersebut. Pemberian vaksin Sinovac yang saat ini diberikan gratis kepada masyarakat juga melalui pengawasan.

"Jadi Komisi IX DPR pun harus netral, jangan menekan BPOM harus segara izinnya keluar. Kalau izin keluar kalau yang aneh gimana," pungkasnya.



Simak Video "Terawan Klaim Vaksin Nusantara Jadi Solusi Atasi Varian Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)