Senin, 15 Mar 2021 17:39 WIB

Distribusi Ditunda, Menkes Sebut Vaksin AstraZeneca Kedaluwarsa Mei 2021

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jurnal Medis Lancet: Vaksin AstraZeneca Tunjukkan Hasil Menjanjikan Vaksin AstraZeneca. (Foto: DW (News)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut vaksin AstraZeneca akan kedaluwarsa Akhir Mei 2021. Sementara itu, distribusi dan penggunaannya masih akan ditunda sehubungan dengan beberapa kasus pembekuan darah di Eropa.

Menurut Menkes, penundaan vaksinasi AstraZeneca dilakukan lantaran menunggu konfirmasi lebih lanjut dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Untuk konservatismenya BPOM menunda dulu implementasi AstraZeneca sambil menunggu konfirmasi dari WHO," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI Senin (15/3/2021).

Menurut Budi, saat ini WHO masih mengkaji lebih lanjut kaitan antara laporan pembekuan darah dengan vaksin AstraZeneca. Namun, otoritas kesehatan Inggris disebut Budi menegaskan kejadian pembekuan darah pasca disuntik tak ada kaitannya dengan vaksin AstraZeneca.

"AstraZeneca ini memang sempat keluar di beberapa negara Eropa mengamati adanya gangguan di darah kemudian mereka menghentikan, sampai sekarang berita yang kami terima dari WHO mereka masih teliti," bebernya.

Lebih lanjut, Menkes Budi menjelaskan aspek kehalalan vaksin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) ditargetkan keluar sertifikasinya dua hari ke depan. Budi juga menjelaskan masa expired vaksin AstraZeneca.

"Karena memang betul AstraZeneca ini expired date-nya di akhir Mei," beber Menkes Budi, menyinggung masa kedaluwarsa.

Sebagai catatan, vaksin AstraZeneca memiliki aturan pakai yang berbeda dibanding vaksin Sinovac. Jika pemberian dosis 1 dan 2 pada vaksin Sinovac membutuhkan jeda 14 hari, vaksin AstraZeneca butuh waktu lebih panjang antara 9 hingga 12 minggu.

"Yang critical itu sebenarnya AstraZeneca, karena AstraZeneca sudah datang, biasanya itu ada 6 bulan sampai 1 tahun, ini kita baru tahu expired akhir Mei, padahal kan kita tahu bedanya (interval pemberian dosis pertama hingga kedua) 9 sampai 12 minggu, dan kita juga menunggu rilis dari BPOM (terkait isu pembekuan darah)," pungkasnya.



Simak Video "Indra Rudiansyah Kiprah Global Iluwan RI Pejuang Vaksin COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)