Selasa, 16 Mar 2021 05:32 WIB

BPOM: Vaksin AstraZeneca RI Beda Batch, Bukan yang Ditangguhkan Eropa

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac dari China untuk fase ke 1-2 full report sudah didapatkan BPOM. Namun, masih ada data yang kurang untuk fase ketiga. Kepala BPOM Penny K Lukito (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Sejumlah negara di Eropa menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca menyusul laporan kasus pembekuan darah usai penyuntikan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan batch yang digunakan di Eropa berbeda dengan yang masuk Indonesia baru-baru ini.

Kepala BPOM Penny K Lukito memastikan hal itu setelah memeriksa data mutu yang diterima. Data tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam mengeluarkan emergency use authorization (EUA).

"Kami bisa melihat bahwa nomor batch yang saat ini ditangguhkan penggunaannya di beberapa negara di Uni Eropa tersebut tidak termasuk dalam nomor batch yang masuk ke Indonesia saat ini yang melalui jalur multilateral," jelas Penny dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (15/3/2021).

Meski demikian, Penny menyebut BPOM masih berkomunikasi dengan The Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) dan organisasi kesehatan dunia (WHO) terkait masalah tersebut. Saat ini, sebanyak 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca yang masuk Indonesia melalui fasilitas COVAX masih belum didistribusikan.

Selain melalui jalur multilateral dengan fasilitas COVAX, Indonesia juga akan mendatangkan vaksin AstraZeneca melalui jalur bilateral. Vaksin yang akan masuk melalui jalur bilateral saat ini masih menjalani proses bridging analysis karena diproduksi di Thailand.

"Perlu ada tambahan bridging analysis yang masih akan diberikan pada sekitar April 2021. Comparability study namanya," jelas Penny.



Simak Video "AstraZeneca Mulai Ambil Keuntungan dari Vaksin Covid-19 di 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)