Selasa, 16 Mar 2021 07:15 WIB

Menkes Singgung Kemungkinan Pandemi COVID-19 Jadi Epidemi Global

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: detikcom)
Jakarta -

Sudah setahun sejak pandemi COVID-19 muncul dan saat ini telah menginfeksi lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia. Adanya pandemi COVID-19 membuat kebiasaan semua orang di seluruh dunia berubah, terutama dalam kesehatan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan perubahan perilaku ini akan berlangsung dalam waktu lama. Terlebih ada kemungkinan bahwa pandemi COVID-19 bakal berubah menjadi epidemi global.

"Belajar dari pandemi Black Death di Eropa yang membunuh hampir ratusan juta orang, ini (COVID-19) bisa hilang secara bertahap nggak pernah cepat. Berubah menjadi epidemi dan pelan-pelan di eradikasi," ujarnya dalam Webinar 'One Year Living with COVID-19, What's Next' yang diselenggarakan RS Premier Bintaro.

Setelah menjadi epidemi, Menkes mengatakan masyarakat tak bisa lantas meninggalkan kebiasaan yang telah dilakukan untuk memutus rantai penularan. Pandemi tak akan berakhir satu atau dua tahun, karenanya tiap orang tetap harus mempertahankan kebiasaan sehatnya.

"Epidemi global ini juga membutuhkan perubahan perilaku," sebut Menkes.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes menjelaskan vaksinasi juga menjadi salah satu cara untuk mempercepat penanganan pandemi COVID-19. Saat ini sudah sekitar 4 juta orang yang disuntikkan dosis pertama vaksin Corona.

Berbeda dari rencana awal, untuk menyesuaikan ketersediaan vaksin, saat ini sekitar 300 dosis disuntikkan per hari.

"Kapasitas penyuntikannya juga kita sesuaikan dengan ketersediaan vaksin," ungkapnya.



Simak Video "Negara Terbaik Hadapi Pandemi, Indonesia di Urutan Berapa?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)