Rabu, 17 Mar 2021 09:02 WIB

Varian Baru COVID-19 Bermunculan, Mana yang Lebih Mengkhawatirkan?

Ayunda Septiani - detikHealth
Virus Corona dilihat dari mikroskop Foto ilustrasi. (Foto ilsutrasi: National Institute of Allergy and Infectious Diseases)
Jakarta -

Meski program vaksinasi di seluruh dunia telah dilakukan, vaksinasi terbukti mengurangi tingkat penularan dan tingkat perawatan di rumah sakit.

Namun, varian-varian baru COVID-19 yang muncul beberapa bulan terakhir dan dikatakan menyebar lebih cepat dan masih menjadi kekhawatiran.

Virus-virus yang bermutasi ini telah diperkirakan, ketika virus Corona menyebar dan menginfeksi lebih banyak orang, virus akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk bermutasi, khususnya pada negara yang lambat dalam penerapan lockdown, penerapan jarak sosial, dan menutup perbatasannya.

Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada DNA virus yang dapat mengubah bentuk dan perilakunya. Ketika virus menginfeksi sel manusia, tugas utamanya adalah untuk melipatgandakan diri dan kemudian menyebar.

Virus menginstruksikan sel yang terinfeksi untuk memperbanyak dirinya dan kemudian menyebar menginfeksi sel lainnya dan pada akhirnya terjadi batuk, bersih, atau bernapas, membuat mereka menular ke orang lain.

Dikutip dari laman Al Jazeera, berikut varian baru yang perlu diawasi para ahli. Manakah yang paling berbahaya di antara ketiga varian ini?

1. Varian Brasil (varian P1)

Varian virus Corona yang ditemukan di Brasil, atau dikenal dengan varian P1 pertama kali teridentifikasi di kota Manaus, negara bagian Amazon, pada Desember 2020 lalu. Varian ini disebut berkontribusi dalam lonjakan kasus di Brasil, salah satu negara yang paling parah terdampak pandemi di dunia.

Varian P1 dinilai lebih menular daripada virus versi asli, menjadi varian paling dominan dalam lonjakan kasus baru-baru ini. Tetapi, tak ada bukti apapun bahwa varian ini bisa membuat lebih sakit parah, tapi ketika virus mampu menginfeksi lebih banyak orang, bisa menyebabkan lebih banyak kematian. Lebih dari 2.000 kematian per hari telah tercatat di Brasil, sebagian besar karena varian baru ini.

Varian ini menular lebih cepat. Sejak Desember lalu, WHO telah mengidentifikasi P1 di negara lain seperti Kanada, Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, India, Meksiko, Jepang, Italia, dan Korea Selatan.

Varian ini baru berdampak pada lonjakan pasien di rumah sakit. Dalam beberapa pekan setelah varian baru ini teridentifikasi, Manaus melihat lonjakan kasus, termasuk orang-orang yang sebelumnya pernah terinfeksi virus Corona varian asli.

Selanjutnya
Halaman
1 2