Rabu, 17 Mar 2021 15:33 WIB

Indonesia Capai Herd Immunity Tahun 2022? Tak Segampang Itu

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pasien COVID-19 berolahraga di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pusat mengumumkan per Selasa (26/1) pukul 15.55 WIB, terdapat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 13.094 orang sehingga total telah mencapai 1.012.350 kasus di Indonesia.  ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Melihat tren pencapaian vaksinasi Corona di Indonesia dengan angka 300 ribu per hari, memicu pertanyaan mungkinkah herd immunity bisa segera tercapai? Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Subandrio mengaku belum bisa memastikan hal tersebut.

Pasalnya, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi seberapa cepat herd immunity bisa tercapai. Termasuk efikasi vaksin Corona hingga berapa lama proteksi yang timbul pasca divaksin.

"Tentu herd immunity bisa terjadi kapan saja, tetapi pertanyaannya berapa persen, bahwa yang mempengaruhi herd immunity terpenuhi, seperti efikasi vaksin, proteksinya berapa lama vaksin akan memberikan proteksi?" sebut Prof Amin dalam diskusi Alinea Rabu (17/3/2021)

"Dan kemudian ditambah lagi faktor-faktor ketersediaan dan kesediaan vaksin, karena walaupun proteksinya panjang tetapi kalau pemberiannya lambat (sulit tercapai)," lanjutnya.

Seperti diketahui, target 1 juta vaksinasi COVID-19 per harinya masih belum tercapai sejauh ini. Meski begitu, Kementerian Kesehatan tengah berusaha meningkatkan cakupan vaksinasi per hari dari 200-300 ribu, ke 500 ribu per hari.

"Sehingga belum lah (bisa dipastikan perkiraan herd immunity terbentuk di 2022), untuk itu salah satu rekomendasi kita, sedapat mungkin herd immunity dicapai dalam waktu sesingkat-singkatnya," kata Prof Amin.

Prof Amin memberikan catatan, vaksinasi Corona harus dipercepat di tengah kemunculan mutasi atau varian baru Corona yang sudah masuk RI. Amin menyebut mutasi Corona yang lebih 'smart' menghadapi antibodi saja jumlahnya suah mencapai 74 kasus.

"Karena kita harus melindungi diri kita sebelum mereka bermutasi, sebelum mutasi menjadi dominan, B117 kan di Indonesia baru ada 7," bebernya.

"Sementara N439K baru 74 yang ditemukan, tetapi bukan tidak mungkin akan bertambah banyak, jadi kita berlomba sedapat mungkin, sesegara mungkin menghentikan vaksinasi," pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memprediksi Indonesia bisa mencapai herd immunity alias kekebalan komunal sebesar 70 persen pada Maret 2022. Perkiraan ini muncul karena Indonesia sudah menggelar vaksinasi virus corona sejak Januari 2021.

"Herd immunity di Indonesia diperkirakan akan dicapai pada Maret 2022 atau 15 bulan setelah vaksinasi yang telah dimulai tahap pertama pada 14 Januari 2021," ungkap Suharso saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu (17/3)



Simak Video "Ahli Prediksi Herd Immunity Belum Akan Terbentuk dalam 5 Tahun ke Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)