Jumat, 12 Mar 2021 17:03 WIB

Agar 'Bebas' Corona, Pakar Jelaskan 3 Cara Bentuk Herd Immunity COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ratusan pedagang di Pasar Baltos, Kota Bandung, menjalani vaksinasi COVID-19 tahap 2 termin 1. Para pedagang ikut divaksinasi karena dinilai rentan terpapar COVID-19. Vaksin COVID-19 (Foto: Wisma Putra)
Topik Hangat Kapan Corona Hilang?
Jakarta -

Sudah lewat setahun tapi belum ada tanda-tanda pandemi COVID-19 akan berakhir. Salah satu cara yang ditempuh untuk mengakhiri pandemi adalah dengan membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.

"Herd immunity itu harus mencapai 70-80 persen dari populasi harus dibuat kebal," kata Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Subandrio, di konferensi pers BNPB, Jumat (12/3/2021).

Dalam sebuah permodelan data, butuh sekitar sekitar 180 juta orang di Indonesia mendapat kekebalan COVID-19 untuk bisa membentuk herd immunity. Tak hanya vaksinasi, Prof Amin menjelaskan ada ragam cara membentuk kekebalan terhadap virus Corona.

Pertama yakni mengonsumsi makanan sehat dan vitamin untuk membentuk kekebalan. Kedua, dengan membiarkan suatu populasi terkena virusnya sendiri sehingga terjadi imunitas alami.

"Tapi cara tersebut tidak etis," sebutnya.

Cara paling baik untuk membentuk herd immunity adalah dengan vaksinasi. Namun saat ini pelaksanaannya masih jauh dari target yang diharapkan. Saat ini, baru sekitar 3.769.174 orang yang divaksinasi dosis pertama dan 1.339.362 orang yang mendapat dosis kedua.

"Kita harapkan vaksinasi bisa segera diselesaikan dalam waktu cepat," pungkasnya.



Simak Video "Herd Immunity akan Sulit Dicapai Jika..."
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)
Topik Hangat Kapan Corona Hilang?