Rabu, 17 Mar 2021 20:29 WIB

BPOM Tegaskan Vaksin AstraZeneca RI Beda Batch, Tak Termasuk yang Bermasalah

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Berisiko Picu Kanker, 67 Batch Obat Asam Lambung Ranitidin Ditarik BPOM. Kepala BPOM Penny K Lukito Kepala BPOM Penny K Lukito (Foto: Rifkianto Nugroho/detikHealth)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menegaskan vaksin Corona AstraZeneca tidak direkomendasikan selama proses kajian keamanan. Namun dipastikan, batch yang masuk Indonesia berbeda dengan yang ditangguhkan di Eropa.

"Bets produk vaksin COVID-19 AstraZeneca yang telah masuk ke Indonesia tersebut berbeda dengan bets produk yang diduga menyebabkan pembekuan darah dan diproduksi di fasilitas produksi yang berbeda," tulis BPOM dalam pernyataan resmi, Rabu (17/3/2021).

Disebutkan, Indonesia tidak menerima vaksin AstraZeneca dengan nomor batch ABV5300, ABV3025 dan ABV2856. Namun untuk kehati-hatian, BPOM bersama tim pakar KOMNAS Penilai Obat, KOMNAS PP KIPI dan ITAGI tengah mengkaji aspek keamanan vaksin.

Komunikasi dengan organisasi kesehatan dunia WHO dan otoritas obat negara lain juga dilakukan untuk mendapatkan hasil investigasi lengkap dan terkini terkait keamanan vaksin AstraZeneca.

Selama proses kajian, BPOM merekomendasikan untuk tidak menggunakan vaksin AstraZeneca.



Simak Video "Indra Rudiansyah Kiprah Global Iluwan RI Pejuang Vaksin COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)