Sabtu, 20 Mar 2021 06:55 WIB

Pegal dan Pusing Setelah Disuntik Vaksin COVID-19, Bolehkah Minum Obat?

Vidya Pinandhita - detikHealth
ilustrasi minum obat Ilustrasi obat (Foto: iStock)
Jakarta -

Beberapa orang mengeluhkan gejala setelah disuntik vaksin COVID-19. Mulai dari demam, pegal, linu, hingga pusing dan sakit kepala. Lantas, bolehkah minum obat jika mengalami gejala-gejala tersebut setelah divaksin?

Dikutip dari Times of India, dokter penyakit dalam dr Tushar Tayal dari RS CK Birla, Gurgaon menjelaskan, kemunculan gejala pasca vaksinasi adalah hal lumrah. Maka itu, gejala-gejala ini sebenarnya tak perlu ditakutkan.

"Ini hanyalah sesederhana respons kekebalan tubuh terhadap vaksinasi," ujarnya.

Ia menjelaskan, umumnya gejala ini terjadi selama 1 sampai 2 hari setelah penyuntikan. Untuk meminimalkan gejala demam, pusing, dan sakit kepala, penerima vaksin boleh mengkonsumsi obat paracetamol.

Namun jika gejala terjadi berkepanjangan, dr Tayal menganjurkan penerima vaksin untuk tidak mengkonsumsi obat pereda sakit atau pain killer. Lebih baik, kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan yang tepat.

"Bagi kebanyakan orang, tidak diperlukan pengobatan sama sekali setelah vaksinasi. Jika ada gejala ringan, akan sembuh dengan sendirinya seiring waktu. Jika mengalami demam atau sakit badan, disarankan untuk mengonsumsi parasetamol hanya jika diperlukan bukan secara rutin," ujarnya.

Setelah menjalani observasi selama 30 menit di lokasi vaksinasi, dokter akan menanyakan kembali perihal ada atau tidaknya gejala setelah penyuntikan.

Kemudian, penerima akan mendapat lembaran sertifikat. Di lembar tersebut, tercantum kontak dokter yang bisa dihubungi jika terjadi gejala lebih lanjut setelah meninggalkan lokasi vaksinasi.



Simak Video "Indonesia Kantongi Lebih dari 141 Juta Dosis Vaksin COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)