Rabu, 24 Mar 2021 07:42 WIB

COVID-19 Disebut Bisa Picu Diabetes, Apa Penyebabnya?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Terapi Sel Punca Buka Harapan bagi Pengidap Diabetes COVID-19 disebut bisa picu diabetes. Foto: DW (SoftNews)
Jakarta -

COVID-19 kerap dikaitkan dengan penyakit diabetes sebagai penyakit penyerta. Rupanya, penelitian menunjukkan bahwa diabetes juga bisa timbul pada pasien COVID-19, bahkan pada orang yang mengaku tidak memiliki riwayat diabetes sebelumnya. Apa penyebabnya?

"Kami berpikir, mungkin benar ada kaitannya (COVID-19 dan diabetes), ada kemampuan virus menyebabkan gangguan fungsi metabolisme gula," ujar dr Francesco Rubino, profesor dan ketua bedah metabolik dan bariatrik di King's College London, dikutip dari Live Science, Rabu (24/3/2021).

Menurut penelitian dari Scientific American terhadap 3.700 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit, 14 persen pasien disebut mengalami diabetes. Diduga, timbulnya penyakit ini dipicu oleh infeksi COVID-19.

"Selama beberapa bulan terakhir, kami telah melihat lebih banyak kasus pasien COVID-19 yang menderita diabetes selama mengidap COVID-19, atau tidak lama setelah itu," dr Rubino.

Peneliti menyebut ada kemungkinan SARS-CoV-2 mengganggu produksi insulin di pankreas. Kemungkinan lainnya, virus menginfeksi bagian lain dari pankreas atau pembuluh darah yang menyuplai organ dengan oksigen dan nutrisi.

"Kami melihat dengan jelas orang-orang tanpa diabetes sebelumnya kini mengalami diabetes. Tinggi kemungkinan ini karena dipicu infeksi COVID-19," kata dr Remi Rabasa-Lhoret, peneliti penyakit metabolik dari Institut Penelitian Klinis Montreal.

Akan tetapi, peneliti belum bisa memastikan apakah diabetes ini benar-benar dialami oleh pasien COVID-19 yang belum memiliki riwayat. Pasalnya, ada kemungkinan pasien COVID-19 tersebut tidak menyadari gejala-gejala diabetes atau kadar gula di atas rata-rata yang sudah lama dialami sebelumnya.

"Ada kemungkinan pasien COVID-19 sudah hidup dengan diabetes selama bertahun-tahun dan tidak mengetahuinya," ujar dr Mihail Zilbermint ahli endokrinologi di Johns Hopkins School of Medicine.



Simak Video "DKI Jakarta Peringkat 47 Kota Respons Covid-19 Terbaik Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)