Rabu, 24 Mar 2021 09:48 WIB

Apa Itu Kateter Urine? Berikut Penjelasan Fungsinya

Firdaus Anwar - detikHealth
Urine dalam kantung plastik Ilustrasi kantung urine yang biasa dipasangkan dengan kateter. (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Kateter adalah selang fleksibel yang biasanya digunakan untuk menguras urine dari kandung kemih ke dalam wadah penampung. Sebagian pasien yang dirawat menjalani prosedur pemasangan kateter agar bisa kencing tanpa gangguan.

Dikutip dari National Health Service (NHS) Inggris, secara umum ada dua jenis kateter. Pertama adalah kateter yang dipasang singkat untuk menguras kandung kemih (intermittent catheter), sementara jenis lainnya dipasang untuk bisa dipakai lebih lama dan dilengkapi dengan balon sebagai pencegah kateter bergeser atau copot (indwelling catheter).

"Pemasangan dua jenis kateter ini bisa terasa tidak nyaman, karena itu gel obat bius bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit. Anda juga mungkin awalnya merasa tidak enak saat kateter terpasang, tapi sebagian besar orang lama-lama terbiasa," tulis NHS seperti dikutip pada Rabu (24/3/2021).

NHS menjelaskan kateter biasa dipasang pada beberapa kondisi berikut:

  1. Ketika pasien pria sulit atau tidak bisa kencing akibat masalah pembesaran prostat.
  2. Ketika pasien sulit atau tidak bisa kencing akibat masalah saraf yang memengaruhi kemampuan otot kandung kemih.
  3. Untuk mengosongkan kandung kemih Ketika pasien wanita menjalani persalinan dengan bius epidural.
  4. Untuk membantu mengosongkan kandung kemih pasien sebelum atau sesudah operasi tertentu.
  5. Untuk menyalurkan obat langsung ke kandung kemih, misalnya saat prosedur kemoterapi untuk penyakit kanker kandung kemih.

NHS menjelaskan pada akhirnya orang yang hidup dengan kateter harus mengerti perawatannya. Kateter perlu diganti secara rutin untuk mengurangi risiko munculnya komplikasi infeksi.

"Masalah utama dari kateter urine adalah infeksi pada uretra, kandung kemih, dan yang jarang terjadi ginjal. Infeksi ini dikenal dengan sebutan infeksi saluran urine dan biasanya memerlukan obat antibiotik," tulis NHS.

"Anda bisa mengalami infeksi saluran urine dari kateter jangka pendek atau jangka panjang. Semakin lama kateter digunakan maka semakin tinggi risiko terjadi infeksi. Oleh karena itu penting agar kateter dimasukkan secara benar, dijaga, dan digunakan hanya selama yang dibutuhkan," pungkas NHS.



Simak Video "PMI Pastikan Stok Darah Konvalesen Aman Jelang Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)