Rabu, 24 Mar 2021 21:08 WIB

Jateng Zona Oranye, Tapi 49 Titik di Tingkat Desa Masih Zona Merah

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Semarang -

Data COVID-19 menyebut salah satu daerah di Jawa Tengah yaitu Sukoharjo masuk dalam 10 daerah Zona Merah di Jawa Tengah. Namun dari data di pemerintah Provinsi Jateng seluruh daerah masuk dalam zona oranye. Bagaimana penjelasannya?

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan perbedaan data antara pusat dan daerah memang masih ada. Namun selisih sudah tidak sebanyak dulu.

"Perbedaan dengan pusat memang ada tapi biarkan saja karena kadang-kadang ada (data) yang masuk lebih dulu. Perbedaannya sudah tidak jauh lagi," kata Ganjar kepada detikcom di kantornya, Rabu (24/3/2021).

Kemudian ia menjelakan dari data Pemprov Jateng, 35 Kabupaten Kota masuk dalam zona oranye. Hal itu berdasarkan data mingguan yang dilaporkan. Di Jateng, zonasi juga diukur dalam skala yang lebih kecil.

"Jateng sampai hari ini yang Kabupaten masih oranye, tapi semua (kasus COVID-19) turun terus, kok. Jadi ada tingkat Kabupaten, Kecamatan, desa, berdasarkan data yang masuk ke kami di dalam website kami, kami klaster dari itu," jelasnya.

Ganjar juga memperlihatkan data yang menunjukkan laporan mingguan pada tanggal 21 Maret 2021 yaitu 35 daerah di Jateng masuk zona oranye, kemudian di tingkat kecamatan ada 5 zona merah, 436 zona oranye, 92 zona hijau, dan 43 tidak ada kasus.

Kemudian di tingkat kelurahan dan desa pada periode yang sama, zona merah ada 49 titik, oranye ada 1.306, hijau ada 1.235, tidak ada kasus yaitu 5.972 titik.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah kembali memperbarui data zona risiko COVID-19. Disebutkan, ada 10 kabupaten-kota yang masuk ke dalam zona merah Corona. Kabupaten Sukoharjo menjadi satu-satunya daerah yang disebut dalam 10 zona merah itu.



Simak Video "Hanya Mengingatkan! Hati-hati dengan Varian Mu"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/up)