Kamis, 25 Mar 2021 12:46 WIB

Lansia 104 Tahun di Bogor Penerima Vaksin COVID-19 Tertua, Ada Efek Samping?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ratusan lansia menjalani vaksinasi COVID-19 di kawasan Jakarta Utara. Seperti diketahui, lansia jadi salah satu kelompok prioritas yang menerima vaksin Corona. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Masyarakat lansia jadi target sasaran vaksin Corona tahap kedua. Lansia merupakan kelompok rentan yang bisa mengembangkan gejala parah apabila terinfeksi virus Corona.

Dari 21,5 juta lansia yang menjadi sasaran vaksin, sekitar 1.225.564 sudah mendapatkan dosis pertama vaksin Corona atau sekitar 5,69 persen dari target. Beberapa penerima vaksin di kelompok lansia di antaranya sudah berusia di atas 90 tahun, bahkan yang tertua tercatat sudah menginjak usia 104 tahun.

"Dua hari yang lalu salah satu RS di Bogor menerima kehadiran peserta vaksinasi COVID-19 tertua di Indonesia yang berusia 104 tahun bernama Bapak Wirjawan," kata Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono, dalam live kedatangan vaksin Corona tahap ke 7, Kamis (25/3/2021).

Wamenkes mengatakan meskipun sudah berusia lebih dari satu abad, Wirjawan dalam kondisi sehat dan diperbolehkan menerima vaksin COVID-19.

"Pak Wirjawan ini juga sangat antusias saat diberi vaksin karena percaya akan manfaat vaksin. setelah divaksin, kondisi kesehatan Beliau juga baik-baik saja," tambahnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pada awal Februari 2021 sudah menyetujui pemberian vaksin Coronavax buatan Sinovac pada usia 60 tahun ke atas. Hanya saja ada beberapa syarat vaksinasi untuk kelompok lansia untuk meminimalisir Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi (KIPI) dan efek samping vaksin.

Akan ada proses skrining yang dilakukan bagi lansia yang menerima vaksin, di antaranya:

1. Apakah mengalami kesulitan untuk naik 10 anak tangga?

2. Apakah sering merasa kelelahan?

3. Apakah memiliki paling sedikit 5 dari 11 penyakit (Hipertensi, diabetes, kanker,

penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma,

nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal)?

4. Apakah mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100 -200 meter?

5. Apakah mengalami penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun terakhir?

Jika ada tiga atau lebih yang dijawab 'iya' oleh calon penerima vaksin lansia, maka vaksin tidak dapat diberikan. Demi lancarnya proses tersebut, calon penerima vaksinasi diharapkan memberikan keterangan sesuai dengan kondisi sebenarnya.



Simak Video "Kemenkes Tegaskan Vaksin Masih Efektif Hadapi Varian Virus India"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)