Kamis, 25 Mar 2021 14:40 WIB

Menkes: Tak Ada Jaminan 'Cucu' SARS Cov 2 Tak Datang di Masa Depan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Foto: NIAID
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut sebelum terjadinya pandemi COVID-19, 17 tahun lalu sudah lebih dulu mewabah virus Corona SARS-CoV-1. Hingga kemudian lahirlah 'cucu' SARS-CoV-2 yang kemudian dinamai Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Menkes menyebut tak ada antisipasi atau kewaspadaan yang dilakukan pemerintah untuk menanggapi kemungkinan munculnya COVID-19 yang kini sudah menginfeksi lebih dari 100 juta orang dan membunuh lebih dari 2,6 juta orang.

"Malah triliunan US dollar dihabiskan pada ketahanan atau persenjataan dengan asumsi sesama manusia yang saling bunuh, seperti perang dunia 1 dan perang dunia 2. Tapi ternyata ada makhluk yang namanya virus," bebernya dalam webinar UI, Kamis (25/3/2021).

Menurut Budi, kemunculan pandemi sejak Ebola hingga HIV perlu menjadi perhatian bersama. Pasalnya, tak ada yang bisa menjamin pandemi berikutnya akan tiba.

Untuk itu, Budi menyebut tengah menyiapkan pentingnya teknologi dan infrastruktur dalam kesehatan yang siap memerangi kemungkinan pandemi lain selain COVID-19. Salah satu yang disinggung soal testing berbagai jenis virus dan bakteri.

"Tak ada jaminan SARS-CoV-2, SARS-CoV-3 nggak akan datang lagi. Harus bangun sistem ketahanannya dari sekarang untuk anak cucu kita agar jangan sampai kena ratusan ribu," lanjutnya.

"Bagaimana kita harus punya teknologi dan infrastruktur di testing terhadap berbagai jenis virus dan bakteri. Kita harus bangun departemen mikrobiologi. Kita harus bangun kemampuan riset vaksin di dalam negeri yang teknologi baru. RNA based atau vector based agar nanti datang lagi kita siap," pungkasnya.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)