Jumat, 26 Mar 2021 20:00 WIB

Penting! Pahami Prosedur Ini Agar Tak Batal Disuntik Vaksin COVID-19

Vidya Pinandhita - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Seiring program vaksinasi COVID-19 yang kini tengah digencarkan pemerintah, masyarakat diharapkan memahami sejumlah prosedur. Tak hanya untuk meminimalkan risiko efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), pula memastikan penyuntikan vaksin COVID-19 bisa dilakukan.

Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dr Reisa Broto Asmoro memaparkan tips penting yang perlu diterapkan masyarakat sebelum menerima vaksin:

1. Daftar sebelum mendatangi lokasi vaksinasi

Seringkali, calon penerima vaksin terkendala akibat ketidaklengkapan keperluan pendaftaran seperti KTP, surat keterangan domisili dari ketua RT atau RW (untuk penerima vaksin di Sentra Vaksinasi BUMN asal luar Jabodetabek), atau surat keterangan layak divaksin dari dokter bagi pengidap penyakit komorbid.

Memang di beberapa lokasi, vaksinasi bisa dilakukan go show tanpa daftar online lebih dulu. Namun demi efisiensi waktu dr Reisa menyarankan pendaftaran online sebelum berangkat ke lokasi.

"Sebaiknya hindari datang langsung atau go show karena itu akan membuat antrean panjang dan berkerumun. Tentu membuat tubuh menjadi lebih lelah" ujarnya dalam live Sekretariat Presiden, Jumat (26/3/2021).

2. Siapkan fisik

Tak hanya untuk mencegah timbulnya efek samping setelah disuntik vaksin, langkah ini mencegah penolakan di lokasi vaksin. Sebab sebelum disuntik, calon penerima vaksin akan melakukan skrining kesehatan lebih dulu.

Untuk bisa menerima vaksin, tekanan darah harus berada di bawah 180/10 sedangkan suhu tubuh di bawah 37,7 derajat celcius.

Selain itu dr Reisa mengingatkan, sebaiknya jangan begadang, merokok, dan minum alkohol sebelum divaksin. Sarapan atau makan siang sebelum vaksinasi pun tak boleh ketinggalan.

Menurutnya, efek samping vaksinasi tak perlu ditakuti masyarakat. Pasalnya, vaksinasi ini tak berbeda dari suntik imunisasi yang sudah diterima setiap orang sejak kecil.

"Vaksinasi adalah proses panjang dan berkelanjutan dalam kehidupan kita. Sebagian besar dari kita sudah diimunisasi sejak bayi. Beberapa vaksin berlanjut sampai dewasa, bahkan lansia" pungkasnya.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)