Minggu, 28 Mar 2021 09:35 WIB

Suplai Vaksin AstraZeneca Tertunda, Laju Vaksinasi COVID-19 RI Melambat

Firdaus Anwar - detikHealth
Pekerja kargo menurunkan kontainer berisi vaksin COVID-19 AstraZeneca dari atas pesawat setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (8/3/2021). Sebanyak 1.113.600 vaksin virus corona (COVID-19) jadi asal perusahaan farmasi InggrisAstraZenecatiba di Indonesia melalui skema kerja sama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility yang selanjutkan akan diproses di Bio Farma, Kota Bandung. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj. Suplai vaksin COVID-19 global terhambat embargo. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan akan ada lebih sedikit orang yang mendapat vaksin COVID-19 di bulan April. Alasannya suplai vaksin RI diprediksi akan sangat terbatas akibat penundaan pengiriman suplai vaksin AstraZeneca.

Penundaan terjadi karena negara-negara yang menghasilkan vaksin melakukan embargo atau larangan ekspor. Sebagai contoh India membatasi pengiriman vaksin karena ingin mempercepat laju vaksinasi negaranya di tengah kasus COVID-19 yang meningkat.

Hal ini menurut Menkes Budi jadi berdampak pada rencana vaksinasi Indonesia. Suplai vaksin yang direncanakan datang di bulan Maret-April kemungkinan akan baru tersedia di bulan Mei.

"Isinya paling besar di bulan April hanya ada 7,6 juta (dosis vaksin -red). Padahal kita nyuntiknya udah 500 ribu, mungkin bakalan 600 ribu per hari. Artinya suntik 16 hari habis di bulan April," kata Menkes Budi dalam konferensi pers daring dan ditulis Minggu (28/3/2021).

Agar tidak terjadi kekosongan hari vaksinasi di bulan April, rencananya laju pemberian vaksin akan disesuaikan dengan suplai. Menkes Budi juga mengaku akan terus berusaha mendatangkan vaksin COVID-19.

"Kita masih ada Sinovac tapi ya jadi lebih pelan aja penyuntikannya... Kita mencoba melobi GAVI untuk memastikan ada yang bisa dapet enggak sedikit saja di bulan April," ungkapnya.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)