Suplai Vaksin COVID-19 Global Terdampak Embargo, Ini Tanggapan WHO

Suplai Vaksin COVID-19 Global Terdampak Embargo, Ini Tanggapan WHO

Firdaus Anwar - detikHealth
Minggu, 28 Mar 2021 10:45 WIB
Suplai Vaksin COVID-19 Global Terdampak Embargo, Ini Tanggapan WHO
Foto: Getty Images/Antonio Masiello
Jakarta -

Beberapa negara saat ini diketahui menerapkan embargo atau larangan ekspor vaksin COVID-19. Uni Eropa dan India sebagai salah satu produsen vaksin disebut ingin memprioritaskan suplai vaksin untuk memenuhi kebutuhan lokal terlebih dahulu.

Hal ini kemudian berdampak pada suplai vaksin COVID-19 global, termasuk Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut rencana kedatangan sekitar 10 juta dosis vaksin AstraZeneca di bulan Maret-April dari COVAX tertunda sehingga laju vaksinasi di Indonesia diprediksi akan melambat.

"Kita masih ada Sinovac tapi ya jadi lebih pelan aja penyuntikannya... Kita mencoba melobi GAVI untuk memastikan ada yang bisa dapet enggak sedikit saja di bulan April," kata Menkes Budi dalam konferensi pers daring dan ditulis Minggu (28/3/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sebetulnya ada negara yang memiliki dosis vaksin lebih dari cukup. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengimbau agar negara dengan suplai vaksin Corona yang cukup mendonasikannya ke COVAX agar kemudian didistribusikan ke dunia.

"Peningkatan permintaan terhadap vaksin COVID-19 berujung pada penundaan jutaan dosis yang ditunggu oleh COVAX," kata Tedros seperti dikutip dari situs resmi WHO.

ADVERTISEMENT

"Ada banyak negara yang bisa mendonasikan dosis vaksin tanpa mengganggu rencana program vaksinasinya... Mendonasikan dosis vaksin ini memang bisa jadi keputusan politik yang sulit dan pemerintah harus menunjukkan dukungan untuk masyarakatnya," lanjut Tedros.




(fds/fds)

Berita Terkait