Senin, 29 Mar 2021 10:10 WIB

Imbas Embargo, Stok Vaksin Corona RI Aman Nggak? Ini Kata Kemenkes

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images) Vaksin AstraZeneca. (Foto: Getty Images/Antonio Masiello)
Jakarta -

Adanya embargo dari India terkait vaksin AstraZeneca juga berimbas pada proses distribusi vaksin Corona ke Indonesia. Hal ini membuat laju vaksinasi RI tak bisa dipercepat. Stok vaksin Corona di Indonesia juga dikhawatirkan tak akan cukup.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi memastikan ketersediaan stok vaksin Corona masih aman meskipun ada penundaan pengiriman dari AstraZeneca. Terlebih, saat ini Bio Farma tengah memproses lebih dari 20 juta dosis vaksin Sinovac menjadi vaksin jadi, disebut siap pakai per April 2021.

Mengapa ada penundaan distribusi vaksinasi AstraZeneca ke Indonesia?

"Saat ini kita tahu negara-negara produsen vaksin di Eropa khususnya dan juga di Amerika ini mengalami beberapa peningkatan kasus ya terutama di Eropa," jelas dr Nadia dalam webinar Vaksin COVID-19 Menuju Keluarga Sehat, Minggu (28/3/2021).

"Sehingga mereka meminta untuk bisa didahulukan proses vaksinasinya, sehingga tadi buat negara-negara yang membeli ini kemudian AstraZeneca mengatakan akan menunda pengiriman vaksin tersebut ke negara kita," lanjutnya.

Dari target semula menerima 10 juta dosis vaksin Corona di bulan April mendatang, AstraZeneca baru bisa mengirimkan vaksin Corona di Mei untuk Indonesia. Imbasnya target percepatan vaksinasi dengan cakupan 750 ribu orang per hari tak bisa terlaksana.

dr Nadia menyebut setidaknya 20 juta dosis sudah digunakan saat ini dan akan ada kedatangan sejumlah dosis lain dari Sinovac di bulan April.

"Jadi kalau yang sekarang beredar kurang lebih ada 20 juta dosis yang saat ini kita gunakan, kita masih punya simpanan sebanyak 27 juta dosis yang akan kita gunakan di bulan April-Mei," beber dr Nadia.

"Di April sendiri Sinovac masih akan mengirimkan vaksinnya ke Indonesia, jadi kalau terkait vaksin ini akan habis, kami jamin tidak akan habis," pungkasnya.



Simak Video "Vaksin AstraZeneca Ditargetkan Tiba Lagi di Indonesia Mei 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)