ADVERTISEMENT

Rabu, 31 Mar 2021 06:25 WIB

Vaksin untuk Anak Belum Ada, Amankah Jika Mulai Sekolah Tatap Muka?

Ayunda Septiani - detikHealth
Siswa siswi belajar secara tatap muka dengan protokol kesehatan di Sekolah Dasar Pekayon Jaya 6, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/3/2021). Sebanyak 88 SD diberikan izin untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) berbasis adaptasi tatatan hidup baru satuan pendidikan (ATHBP-SP). Di Sekolah ini ada 3 kelas siswa SD kelas 6 yang mengikuti proses belajar tatap muka. Setiap kelas terdiri dari 15 siswa siswi. Sekolah tatap muka (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pemerintah berencana akan menetapkan sekolah tatap muka yang dilakukan pada Juli 2021 mendatang. Disebutkan, para tenaga pendidik ini akan divaksin terlebih dahulu sebelum dimulainya sekolah tatap muka.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut tenaga pendidik akan menjadi prioritas di antara semua petugas publik yang ada dan perlu didorong dengan program-program penyuntikan. Misalnya seperti melakukan program satu sekolah penyuntikan bersama.

"Jadi kami mohon semua sekolah, semua universitas, semua pemerintah daerah bantu para pendidik untuk membuat program satu sekolah suntik bersama atau beberapa sekolah di satu kota suntik bersama, sehingga mempercepat akselerasi karena kita harus menyelesaikan 5,6 juta suntikan ini sampai akhir Juni," pungkasnya.

Perlu nggak sih para siswa juga divaksin sebelum dimulainya sekolah tatap muka?

Dr Masdalina Pane dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menyebut anak-anak sangat perlu untuk divaksin, mengignat risiko tertular sama besar seperti usia dewasa. Ia juga tak mengesampingkan risiko klaster COVID-19 yang umum terjadi, termasuk kemungkinan adanya klaster sekolah.

"Jadi kalau dikatakan perlu divaksin atau tidak ya tentu perlu divaksin. Namun, yang menjadi masalah saat ini belum tersedia vaksin untuk anak-anak," jelas Dr Pane saat dihubungi detikcom, Selasa (30/3/2021).

Maka dari itu, Dr Pane lebih menyoroti ketentuan atau regulasi perencanaan sekolah tatap muka di tengah pandemi Corona serta pentingnya guru diprioritaskan untuk segera mendapat vaksin Corona.

Menurutnya, penetapan wilayah mana yang diperbolehkan tatap muka dengan yang tidak juga harus menjadi perhatian utama.

"Saat ini gurunya yang harus divaksin, kemudian kalau untuk bagaimana implementasi dari pembelajaran tatap muka itu tentu saja," kata Dr Pane.

"Jadi untuk wilayah-wilayah yang belum terkendali tentu belum diizinkan untuk sekolah tatap muka. Tapi untuk wilayah-wilayah yang sudah terkendali ya nggak apa-apa," bebernya.



Simak Video "Kemenkes Soal Sekolah Tatap Muka: Masih Aman Sesuai Prosedur"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT