Rabu, 31 Mar 2021 08:07 WIB

Bos WHO Sayangkan China Persulit Tim Penyidik Akses Data Asal Usul Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Director General of the World Health Organization (WHO), addresses a press conference about the update on COVID-19 at the World Health Organization headquarters in Geneva, Switzerland, Monday, Feb. 24, 2020. (Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP) Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP)
Jakarta -

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan data terkait asal usul Corona telah dirahasiakan dari para penyelidik yang sebelumnya melakukan penelitian ke China pada bulan Januari dan Februari lalu.

Hal ini membuat beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa mendorong China untuk memberikan akses penuh terkait data tersebut pada WHO.

Salah satu tim penyelidik mengatakan bahwa China menolak untuk memberikan data mentah tentang kasus awal COVID-19 pada WHO. Ini tentunya berpotensi mempersulit upaya WHO dalam memahami bagaimana pandemi global tersebut dimulai.

"Dalam diskusi saya dan tim, mereka mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi dalam mengakses data mentah," ujar Tedros yang dikutip dari Reuters, Rabu (31/3/2021).

"Saya berharap studi kolaboratif di masa mendatang mencakup berbagai data yang lebih tepat waktu dan komprehensif," lanjutnya.

Dalam laporan akhir yang ditulis bersama dengan para ilmuwan China sebelumnya, tim WHO mengatakan kebocoran laboratorium Wuhan 'sangat tidak mungkin' menjadi asal usul dari virus Corona. Mereka meyakini bahwa virus tersebut menyebar dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain.

Namun, Tedros menegaskan hipotesis terkait kebocoran laboratorium itu masih perlu diselidiki lebih lanjut.

"Saya tidak percaya bahwa penilaian ini cukup ekstensif. Data dan studi lebih lanjut akan dibutuhkan untuk mencapai kesimpulan yang lebih kuat," kata Tedros.



Simak Video "Permintaan AS ke WHO: Tim Riset Asal Usul Corona Balik Lagi ke Wuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)