Sabtu, 03 Apr 2021 06:00 WIB

Round Up

Sudah Mau Sekolah Tatap Muka, Kapan Para Siswa Dapat Vaksin COVID-19?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Vaksinasi massal untuk pelaku UMKM digelar di Ciputra Artpreneur Museum, Jakarta, Kamis (1/4/2021). Sebanyak 1.500 pelaku UMKM menerima vaksin COVID-19 dosis pertama. Vaksinasi COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Kabar baik datang dari salah satu produsen vaksin COVID-19 asal Amerika Serikat, Pfizer, yang baru mengumumkan hasil uji klinisnya pada anak dan remaja. Disebutkan, vaksin ini aman dan efektif bagi anak usia 12-15 tahun.

Temuan ini cukup penting karena di banyak tempat, sekolah tatap muka akan kembali dibuka. Tidak terkecuali di Indonesia. Rencana ini dibayangi kekhawatiran karena hingga kini belum ada satupun vaksin COVID-19 yang disetujui penggunaannya pada anak dan remaja di bawah usia 18 tahun.

Selain Pfizer, sejumlah produsen vaksin COVID-19 juga berlomba-lomba mendapatkan data keamanan dan kemanjuran produknya pada anak dan remaja. Uji klinis vaksin telah dan sedang dilakukan di sejumlah negara demi mendapat persetujuan untuk dipakai pada anak-anak.

Moderna misalnya, baru-baru ini telah mengawali uji klinis vaksin berbasis mRNA pada anak usia 6 bulan hingga 11 tahun. Dikutip dari CNN, uji klinis ini melibatkan partisipan sebanyak 4.644 anak dan diperkirakan selesai akhir 2021.

Selain itu, Johnson and Johnson juga telah mengumumkan rencananya untuk memulai uji coba pada anak usia 12 hingga 18 tahun. Demikian juga perusahaan asal Inggris, AstraZeneca, yang akan segera melakukan uji klinis pada usia 6-17 tahun.

Mengingat sudah ada vaksin yang menyelesaikan uji klinis pada anak, kapan Indonesia akan menyuntikkannya pada anak sekolah?

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi belum bisa memastikan hal itu. Yang pasti, vaksinasi COVID-19 saat ini diprioritaskan bagi para guru dan tenaga pendidik dan belum untuk siswa.

"Kita menunggu rekomendasi WHO/Sage tentang vaksinasi pada anak dan vaksin apa saja yang bisa digunakan ya," kata dr Nadia dalam pesan singkat kepada detikcom Jumat (2/4/2021).

Untuk bisa memberikan vaksin kepada anak sekolah, dr Nadia menyebut perlu ada rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE). Rekomendasi yang dimaksud, hingga saat ini belum ada.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)