Sabtu, 03 Apr 2021 10:10 WIB

Teranyar, 5 Negara Tangguhkan Vaksin AstraZeneca di Kelompok Non Lansia

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images) Vaksin AstraZeneca. (Foto: Getty Images/Antonio Masiello)
Jakarta -

Menyusul negara lainnya, Belanda menangguhkan sementara vaksin AstraZeneca pada kelompok usia non lansia, di bawah 60 tahun. Menteri Kesehatan Hugo de Jonge menyebut penangguhan ini bersifat sebagai kehati-hatian.

Baru-baru ini, Inggris juga mencatat 30 kasus baru terkait dengan pembekuan darah pasca divaksin AstraZeneca, tetapi disebutkan risiko vaksin tetap lebih kecil dibandingkan manfaatnya. Mana saja negara yang menangguhkan vaksin AstraZeneca pada non lansia?

1. Belanda

Keputusan penangguhan vaksin AstraZeneca untuk non lansia di Belanda, tepat diterapkan 3 hari usai Jerman lebih dulu menyetop penggunaan vaksin pada usia di bawah 60 tahun. Lagi-lagi terkait isu pembekuan darah pada sedikit kasus pasca vaksinasi AstraZeneca.

Otoritas kesehatan yang meneliti efek samping vaksin menyebutkan dari 400 ribu orang yang divaksinasi AstraZeneca, hanya ada lima laporan kasus pembekuan darah tak biasa pasca disuntik.

Semua kasus pembekuan darah terjadi antara tujuh dan 10 hari setelah vaksinasi. Banyak dari mereka yang mengalami pembekuan darah berada di rentang usia 25 dan 65 tahun.

"Saya pikir sangat penting bahwa laporan Belanda juga diselidiki dengan baik. Kita harus sangat hati-hati," jelas de Jonge.

2. Jerman

Sementara komisi vaksin Jerman STIKO merekomendasikan vaksin AstraZeneca hanya bagi warga di atas 60 tahun. Hal ini dikarenakan kasus pembekuan darah banyak terjadi di usia dewasa muda.

Rencananya, rekomendasi baru vaksin AstraZeneca akan diberikan pada akhir April. Khusus untuk usia dewasa muda yang menerima vaksin AstraZeneca.

"Kami menghentikan vaksinasi menggunakan AstraZeneca bagi warga di bawah 60 tahun," ujar Menteri Kesehatan Dilek Kalayci yang menyinggung soal data baru terkait efek samping vaksin AstraZeneca.

3. Spanyol

Sama halnya dengan Spanyol, pemberian vaksin AstraZeneca di negara mereka sementara ini hanya untuk lansia. Terkecuali, warga usia dewasa muda yang sudah mendapat surat rekomendasi dokter terkait risiko fatal jika tak segera divaksinasi Corona dan memiliki kemungkinan kecil mengalami efek samping serius.

Kebijakan mereka mengikuti langkah Jerman yang merilis data baru terkait peningkatan kasus pembekuan darah. Dalam laporan tersebut, kasus pembekuan darah terjadi di kepala, dikenal sebagai trombosis vena sinus.

Dikutip dari Deutsche Welle, pembekuan darah di kepala yang tidak biasa terjadi paling banyak dialami wanita dewasa.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Indonesia Kantongi Lebih dari 141 Juta Dosis Vaksin COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]