Sabtu, 03 Apr 2021 20:00 WIB

Perlu Tahu, Ini 6 Masalah Kesehatan yang Harus Diperhatikan Wanita

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Panic attack in public place. Woman having panic disorder in city. Psychology, solitude, fear or mental health problems concept. Depressed sad person surrounded by people walking in busy street. Sejumlah masalah kesehatan yang harus diperhatikan wanita. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen)
Jakarta -

Dalam beberapa kasus, wanita lebih mungkin mengalami penyakit tertentu dibandingkan pria. Namun, kurangnya pemahaman tentang isu kesehatan terkadang membuat wanita menjadi terlambat dalam mengenali penyakit yang sedang diidapnya.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diketahui bagi wanita tentang masalah kesehatan, agar bisa mendeteksi sedini mungkin apa pun jenis penyakitnya sehingga bisa segera ditangani dan tidak berakibat fatal. Dikutip dari Indian Express, berikut 6 masalah kesehatan yang bisa dialami oleh para wanita.

1. Endometriosis

Endometriosis merupakan kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Misalnya, di ovarium, kandung kemih, dan rektum.

Hal ini menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa ketika wanita sedang menstruasi dan berhubungan seks. Jika tak segera ditangani, endometriosis dapat menyebabkan infertilitas atau gangguan kesuburan.

2. Fibroid

Fibroid merupakan tumor jinak yang paling umum terjadi pada wanita hamil. Meski pertumbuhannya sangat lambat, tetapi bila tak segera ditangani dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Fibroid dapat memicu rasa nyeri yang berlebih pada saat menstruasi. Selain itu, fibroid juga bisa menyebabkan komplikasi kehamilan, seperti keguguran dan bayi lahir prematur.

3. Infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual (IMS) dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, virus, dan parasit yang ditularkan melalui aktivitas seksual. Sangat penting untuk mengobati infeksi ini sedini mungkin.

Sejumlah penyakit IMS yang bisa terjadi pada wanita adalah gonore, limfogranuloma venereum (LGV), kondiloma akuminata, dan human immunodeficiency virus (HIV).

4. Infeksi saluran kemih

Dibandingkan pria, infeksi saluran kemih (ISK) lebih sering terjadi pada wanita. Infeksi ini dapat menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil. Sensasi yang dirasakan pun seperti terbakar atau panas saat buang air kecil.

Dalam beberapa kasus, ISK dapat menyebabkan nyeri perut di bagian bawah, demam, dan kencing berdarah.

5. Sindrom ovarium polikistik

Sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) merupakan gangguan hormon yang umum terjadi pada wanita di usia subur. Sejumlah tanda dari PCOS di antaranya adalah siklus menstruasi tidak teratur dan tumbuhnya rambut secara berlebih di area wajah dan dada.

6. Menopause

Setiap wanita akan mengalami menopause ketika berusia 40-50 tahun ke atas. Gejala yang dialami pun bisa berbeda-beda pada setiap wanita.

Seorang wanita dapat didiagnosis mengalami menopause ketika sudah melewati 12 bulan tanpa menstruasi. Namun, tak perlu khawatir karena ini adalah hal yang normal terjadi pada wanita.



Simak Video "FWB dan Bahaya Infeksi Menular Seks"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)