Senin, 05 Apr 2021 11:31 WIB

3 Fakta Varian 'Eek', Mutasi Baru COVID-19 yang Sedang Hebohkan Jepang

Ayunda Septiani - detikHealth
Jika Mutasi Virus Corona Makin Ganas, Vaksin Covid-19 Perlu Direvisi Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: DW (News))
Topik Hangat Varian 'Eek' COVID-19
Jakarta -

Virus Corona COVID-19 diketahui telah bermutasi dan menambah beberapa varian baru Beberapa varian disebut lebih menular.

Berbagai varian baru virus COVID-19 telah muncul, antara lain di Afrika Selatan dan Brasil. Para ilmuwan telah mengetahui bahwa virus COVID-19 berubah dengan cara yang meningkatkan kemampuannya untuk menyebar dan dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Belum lama ini Tokyo mengidentifikasi mutasi yang diyakini mengurangi efektivitas vaksin yang disebut dengan varian 'Eek', nama lain untuk mutasi E484K. Mutasi ini ditemukan di beberapa varian, seperti varian Inggris atau B117 dan varian Brasil atau P1.

Berikut beberapa fakta mengenai varian 'Eek', seperti dikutip dari berbagai sumber.

Dijuluki dengan varian 'Eek'

Mutasi E484K, yang dijuluki "Eek" oleh beberapa ilmuwan, ditemukan pada 10 dari 14 orang yang dites positif terkena virus di Rumah Sakit Medis Universitas Kedokteran dan Gigi Tokyo pada Maret.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan pada hari Minggu bahwa ia akan memperluas langkah-langkah darurat yang diperlukan untuk menahan gelombang baru infeksi virus korona, di tengah kekhawatiran penyebaran mutasi virus.

Ditemukan di rumah sakit Tokyo

Sekitar 70 persen pasien virus COVID-19 yang dites di rumah sakit Tokyo bulan lalu membawa mutasi yang diketahui mengurangi perlindungan vaksin, kata penyiar publik Jepang NHK pada hari Minggu (4/4/2021).

Sudah ada belasan orang yang terinfeksi

Selama dua bulan hingga Maret, 12 dari 36 pasien COVID-19 membawa mutasi, disebutkan pula tidak ada dari mereka yang baru-baru ini bepergian ke luar negeri atau melaporkan kontak dengan orang yang mengalaminya.

Pada hari Jumat (2/4/2021), ada 446 infeksi baru dilaporkan di Tokyo, meskipun itu masih jauh di bawah puncak lebih dari 2.500 pada bulan Januari lalu.

Di Osaka, tercatat 666 kasus dilaporkan. Pakar kesehatan telah menyatakan keprihatinan tentang penyebaran di sekitar kota metropolitan barat itu dari galur mutan yang diketahui telah muncul di Inggris.



Simak Video "Mutasi 'Eek' Masuk Indonesia, Satgas: Tingkatkan Disiplin Prokes"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)
Topik Hangat Varian 'Eek' COVID-19