Selasa, 06 Apr 2021 10:28 WIB

Sudah Ada di Indonesia, Kemenkes Sebut Varian Corona 'Eek' Tak Berbahaya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi Tes Swab Ilustrasi virus Corona (Foto: Ilustrator: Mindra Purnomo)
Topik Hangat Varian 'Eek' COVID-19
Jakarta -

Masyarakat kembali dikejutkan dengan masuknya mutasi Corona varian E484K. Varian Corona diberi nama Eek ini ditemukan di Indonesia melalui pemeriksaan Whole Genome Sequence (WGS) pada Februari 2021.

Kementerian Kesehatan mengatakan mutasi ini tak berbahaya, namun punya potensi penularan yang lebih masif, seperti halnya varian Corona baru lainnya.

"Ini hanya satu mutasi tidak berbahaya tapi perlu diwaspadai," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (6/4/2021).

Dengan ditemukannya varian 'Eek', berarti sudah ada empat varian Corona di Indonesia yang berhasil diidentifikasi di antaranya D614G, B117, N439K, dan E484K.

Kasus varian E484K ini dilaporkan terdeteksi di Jakarta. Kementerian Kesehatan telah melakukan pelacakan kontak erat pada kasus tersebut. Hingga kini belum diketahui kondisi pasien yang terinfeksi varian ini.



Simak Video "Pahami Beda Mutasi dan Varian Virus COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)
Topik Hangat Varian 'Eek' COVID-19