Selasa, 06 Apr 2021 17:37 WIB

Waduh! Peneliti Sebut Ukuran Mr P Manusia Menyusut Gara-gara Polusi

Firdaus Anwar - detikHealth
Diet, fitness and health concept presented by yellow banana wrapped in measure tape isolated on yellow paper background Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Peneliti kesehatan lingkungan Dr Shanna Swan dari Mount Sinai Hospital, New York, menjelaskan bagaimana polusi bisa berdampak terhadap kesehatan reproduksi manusia. Dalam buku terbarunya yang berjudul "Count Down", ukuran penis manusia disebut semakin menyusut karena polusi.

Dr Swan menaruh perhatian pada senyawa phthalate yang umum digunakan dalam pembuatan plastik. Senyawa phthalate diketahui dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan mengganggu produksi hormon, khususnya testosteron.

Riset Dr Swan awalnya melihat sindrom phthalate pada tikus di laboratorium. Ia menemukan bahwa tikus yang terpapar senyawa tersebut akan lebih mungkin melahirkan keturunan dengan kelamin yang lebih kecil.

Senyawa phthalate pada pria disebut juga bisa mengganggu dengan kualitas spermanya. Analisa studi yang dipublikasi tahun 2017 lalu menemukan setidaknya jumlah sperma pada sekitar 45.000 pria di Barat sudah berkurang hampir 50 persen selama empat dekade terakhir.

"Masalah kesehatan reproduksi ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena mengancam keberlangsungan hidup manusia," tulis Dr Swan seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (6/4/2021).

Dr Swan percaya bila masalah polusi phthalate berlanjut maka pria akan mulai kesulitan menghasilkan sperma sehat pada tahun 2045.



Simak Video "Kemenkes Bangun Medical Tourism untuk Selamatkan Devisa Rp 100 T"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)