Senin, 12 Apr 2021 14:52 WIB

China Akan Kombinasikan Vaksin Corona Biar Makin Ampuh, Indonesia Ikut?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Vaksin Covid: Apa perbedaan vaksin China, Sinovac dan Sinopharm serta merek-merek lain? Foto: BBC World
Jakarta -

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi ikut menanggapi rencana China mencampurkan penggunaan vaksin Corona demi meningkatkan angka efikasi vaksin.

Menurutnya, pemerintah masih menunggu hasil uji klinis hingga publikasi vaksin Corona tersebut untuk pertimbangan lebih lanjut di pelaksanaan vaksinasi Corona Indonesia.

"Tentang adanya rencana pemerintah china mencampur vaksinnya, kita tunggu saja karena ini kan masih harus melalui berbagai uji klinis untuk memastikan bahwa ide ataupun inovasi ini memiliki efektivitas," bebernya dalam konpers Kementerian Kesehatan RI Senin (12/4/2021).

"Ide ataupun inovasi ini memiliki efektivitas imunogenisitas serta efikasi lebih baik mungkin dibanding kondisi saat ini," lanjutnya.

dr Nadia tak mengesampingkan kemungkinan langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efikasi vaksin Corona yang didapatkan saat ini. Meski begitu, ia menghimbau untuk masyarakat tetap melakukan vaksinasi tanpa melihat jenis atau efikasi vaksin.

"Kita tunggu saja dulu sampai mereka menyelesaikan tahap uji klinisnya sampai dengan tahap publikasi baru kita bisa pertimbangkan apakah jenis tersebut ataupun kebijakan tersebut bisa kita gunakan dalam pelaksanaan vaksinasi kita," katanya.

Diberitakan sebelumnya, China dikabarkan berencana mencampur penggunaan vaksin COVID-19 mereka dengan metode berbeda demi meningkatkan angka efikasi. China mengaku efikasi vaksin Corona mereka selama ini masih rendah dibandingkan vaksin dengan teknologi lainnya.

"Sekarang kami dalam pertimbangan formal apakah kami harus menggunakan vaksin yang berbeda dari jalur teknis yang berbeda untuk proses imunisasi," kata Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China,Gao Fu, dikutip dari AP News.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)