Rabu, 14 Apr 2021 06:02 WIB

Round Up

Kemenristek Dilebur Jokowi, Ini Update Terbaru Riset Vaksin Merah Putih

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga kelompok lanjut usia (lansia) saat vaksinasi massal di SMA Negeri 8 Jakarta, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (1/3). Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Riset vaksin Merah Putih dipastikan akan tetap berlanjut, meski Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) 'dilebur' Presiden Jokowi. Sejauh ini ada enam kandidat vaksin Merah Putih yang menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.

Menteri Riset dan Teknologi (Kemenristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menyebut, dari 6 pengembang vaksin merah putih ada 2 yang progresnya paling menjanjikan. Keduanya adalah Lembaga Eijkman dengan protein rekombinan ekspresi ragi (yeast) dan Universitas Airlangga (Unair) dengan inactivated virus.

"Kami fokus kepada ekspresi yeast yang kemungkinan bibit vaksinnya bisa diberikan ke Bio Farma sekitar bulan Mei. Bulan depan, mudah-mudahan ini bisa terpenuhi," jelasnya.

Lalu, kapan bisa diproduksi?

"Yang sudah lebih lanjut, adalah dari Unair dengan platform inactivated virus. Itu sudah memulai uji preklinik pada hewan per tanggal 9 kemarin," kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito saat ditemui di Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Penny mengatakan, vaksin Merah Putih garapan Universitas Airlangga (Unair) diprediksi bisa mulai diproduksi sekitar Oktober atau November 2021. Sementara untuk vaksin Merah Putih garapan Lembaga Eijkman yang berbasis protein rekombinan, baru bisa diproduksi Oktober 2022 mendatang.

"Itu teknologinya bio engineering, jadi lebih baru. Jadi harapannya (produksi pada) kuarter ke-3, sekitar Oktober 2022," pungkas Penny.

Berikut perkembangan terkini riset vaksin Merah Putih di 6 institusi yang terlibat:

1. Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman

Platform: Subunit Protein Rekombinan

Progres: Riset pengembangan dan persiapan uji hewan untuk proof of concept.

2. Universitas Airlangga (Unair)

Platform: Inactivated Virus dan Adenovirus

Progres: Preklinis, Persiapan Uji Klinis, Produksi Seed Vaccine

3. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Platform: Rekombinan

Progres: Transfeksi ke dalam sel mamalia dan karakterisasi protein

4. Institut Teknologi Bandung (ITB)

Platform: Subunit Protein Rekombinan dan Adenovirus Vector

Progres: Purifikasi Protein Subunit dan Produksi Vector Adenovirus

5. Universitas Indonesia (UI)

Platform: DNA, mRNA, dan Virus Like Particles

Progres: Riset pengembangan dan persiapan uji hewan untuk proof of concept

6. Universitas Gadjah Mada (UGM)

Platform: Subunit Protein Rekombinan

Progres: Pengembangan DNA sintetik ke vector prokariot dan sel mamalia.



Simak Video "Hasil Menjanjikan dari Uji Pre Klinik Vaksin Merah Putih Buatan Unair"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)