Rabu, 14 Apr 2021 09:18 WIB

Anggota DPR Ramai-ramai Suntik Vaksin Nusantara, Kelanjutan Uji Klinis?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Melki Laka Lena Emanuel Melki Laka Lena (Nur Indah/detikcom).
Jakarta -

Sejumlah anggota Komisi IX DPR RI akan disuntik vaksin Nusantara besutan eks Menteri Kesehatan Terawan hari ini, Rabu (14/4/2021). Penyuntikan berlangsung di RSPAD Gatot Soebroto.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Leka Lena menyebut, vaksinasi dengan vaksin nusantara hari ini akan menjadi vaksinasi COVID-19 pertama untuknya.

"Pertama kali (divaksin) setelah 4 bulan lalu kena COVID. Memang menunggu vaksin dalam negeri pertama yang berproses maju," ujarnya saat dihubungi detikcom, Rabu (14/4/2021).

Pertama kali (divaksin) setelah 4 bulan lalu kena COVID. Memang menunggu vaksin dalam negeri pertama yang berproses majuMelki Laka Lena - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI

Hingga kini, belum ada kepastian perihal jumlah orang yang akan disuntik vaksin Nusantara hari ini. Namun menurut Melki, penyuntikan hari ini ada yang untuk prosedur uji klinis dan ada yang untuk keperluan pribadi.

"Bagi yang memenuhi syarat uji klinis, masuk data uji klinis. Bagi yang tidak memenuhi syarat uji klinis, masuk untuk pengobatan diri sendiri," jelasnya.

Ia menjelaskan, kegiatan hari ini merupakan kelanjutan sesuai rekomendasi penelitian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Sesuai laporan peneliti rekomendasi BPOM sudah dijalankan dan penelitian tetap jalan," imbuhnya.

Selain anggota DPR, sejumlah nama disebut juga sudah mendapat suntikan vaksin nusantara. Di antaranya adalah pengusaha yang juga Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) .

Dalam kesempatan sebelumnya, ketua BPOM Penny K Lukito menyebut, pihaknya memang tidak menghentikan proses pengerjaan vaksin Nusantara.

Namun disebabkan prosedur yang tak memenuhi stadar dan tidak ada bukti keberhasilan imunogenitas, BPOM meminta agar proses penelitian vaksin Nusantara diperbaiki dulu.

"Jika ada pelaksanaan uji klinik yang tidak memenuhi standar tahapan preklinik, uji klinik, harus memenuhi poin-poin dalam protokol tapi tidak dilakukan, tentunya akan mengalami masalah sendiri. Tahapan-tahap tersebut tidak bisa diabaikan," ujar kepala Penny K saat ditemui di Jakarta, Selasa (13/4/2021).



Simak Video "Vaksin COVID-19 Karya RI Pakai Sel Dendritik, Ini Cara Kerjanya"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)