Kamis, 15 Apr 2021 20:13 WIB

Diklaim Independen, Ini 'Pihak Ketiga' yang Awasi Riset Vaksin Nusantara

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jonny peneliti utama Vaksin Nusantara Jonny, peneliti utama vaksin nusantara (Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth)
Jakarta -

Penelitian vaskin Nusantara disebut-sebut tak memenuhi kaidah ilmiah. Walhasil, vaksin Nusantara tak kunjung mengantongi rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dilanjutkan risetnya.

Jonny, peneliti utama vaksin Nusantara membantah tudingan tersebut. Menurutnya, tahap-tahap penelitian sudah berjalan sesuai kaidah penelitian. Bahkan, uji klinik yang dilakukan juga diawasi pihak independen.

"Kita akan tetap melakukan penelitian ini dengan standar-standar bagaimana layaknya kaidah etik dan penelitian dilakukan standarnya internasional," ujar Jonny saat ditemui di Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Sebelumnya, Kepala BPOM Penny K Lukito meluruskan, pihaknya memang belum memberikan rekomendasi pada pihak vaksin Nusantara untuk lanjut ke uji klinik Fase 2. Pasalnya, berdasarkan hasil Fase 1, vaksin Nusantara belum memenuhi standar prosedur yang diperlukan.

Agar riset vaksin nusantara bisa lanjut, BPOM meminta para peneliti untuk memperbaiki prosedur risetnya lebih dulu.

"Jika ada pelaksanaan uji klinik yang tidak memenuhi standar tahapan preklinik, uji klinik, harus memenuhi poin-poin dalam protokol tapi tidak dilakukan, tentunya akan mengalami masalah sendiri. Tahapan-tahapan tersebut tidak bisa diabaikan," terang Penny saat ditemui di Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Menanggapi itu, Jonny menegaskan, tahap-tahap penelitian yang kini dijalankannya bukan asal-asalan. Bahkan, uji klinik Fase 2 yang kini tengah dilanjutkan adalah sepengetahuan BPOM dan telah menyesuaikan perbaikan yang dianjurkan.

"Kita perbaiki apa yang sudah dilakukan pada waktu dengar pendapat dengan Komisi IX. Pada dasarnya, kan secara ini mereka tidak keberatan," beber Jonny.

Lebih lagi ia menyebut, penelitian yang kini berlangsung diawasi oleh badan independen Clinical Research Organization (CRO) sebagai pihak ketiga sehingga tahap-tahap risetnya berjalan sesuai standar.

"Dalam pelaksanaan uji klinis ini, tahapan-tahapan penelitiannya kita diawasi atau dimonitoring oleh badan independen juga karena itu standar," imbuh Jonny.

"CRO kita pada saat ini dari Prodia," pungkasnya.



Simak Video "Potret Moeldoko Saat Disuntik Vaksin Nusantara oleh Terawan"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)