Jumat, 16 Apr 2021 06:05 WIB

Eks Menkes Siti Fadilah Juga Jadi Relawan Vaksin Nusantara

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Eks Menkes Siti Fadilah Divonis 4 Tahun Penjara 

Eks Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (16/6/2017). Hakim memutuskan Siti terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat kesehatan tahun 2005 dan menerima duit gratifikasi.
Siti divonis 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta, subsider 2 bulan kurungan. Agung Pambudhy/Detikcom. Eks Menkes Siti Fadilah Supari. (Foto: Agung Pambudhy/ detikcom)
Jakarta -

Mantan Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari juga jadi relawan penelitian vaksin Nusantara besutan Terawan Agus Putranto di RSPAD Gatot Soebroto. Ia pun menuturkan alasannya bersedia ikut jadi relawan uji klinis vaksin Corona berbasis sel dendritik tersebut.

"Maka saya bersedia menjadi relawan karena saya menghargai seorang peneliti yang berpikiran beda dengan yang lainnya," kata Siti dalam keterangan tertulis dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (16/4/2021).

Di dalam ilmu pengetahuan, Siti mengatakan logis saja tidak cukup tetapi harus dibuktikan dengan penelitian. Ia juga mengaku sangat bahagia karena cocok dengan metode yang dikembangkan tim peneliti vaksin Nusantara.

"Saya sangat bahagia karena kondisi saya saat ini sangat cocok dengan metode ini," ujarnya.

Selain Siti Fadilah, sejumlah pihak termasuk anggota Komisi IX DPR RI menjadi beberapa bagian yang ambil peran dalam uji klinis vaksin Nusantara.

Vaksin Nusantara lagi-lagi jadi sorotan sebab peneliti tetap melanjutkan uji klinis tanpa restu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Menurut Kepala BPOM Penny K Lukito, ketika uji klinis dilakukan tanpa mematuhi aturan dan standar yang ada, maka akan ada risiko masalah yang harus ditanggung.

"Jika ada pelaksanaan uji klinik yang tidak memenuhi standar tahapan preklinik, uji klinik, harus memenuhi poin-poin dalam protokol tapi tidak dilakukan, tentunya akan mengalami masalah sendiri. Tahapan-tahap tersebut tidak bisa diabaikan," kata Penny beberapa waktu lalu.



Simak Video "Vaksin COVID-19 Karya RI Pakai Sel Dendritik, Ini Cara Kerjanya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)